Trending

Paman Birin Dukung Penuh Polda Kalsel Jaga Situasi Kondusif Banua Pasca Pemilu dan Jelang Ramadan - Idul Fitri 1445 H

APEL - Gubernur H Sahbirin Noor atau Paman Birin bersama Forkopimda Kalsel usai apel.(adpim kalsel)

BANUATODAY.COM, BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Polda Kalsel dan jajaran dalam upaya menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas jelang Ramadan dan Idul Fitri 1445 H.

Dukungan dan apresiasi tersebut, disampaikan Paman Birin melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nurul Fajar Desira saat digelarnya Apel Pasukan Operasi Keselamatan Intan Tahun 2024, di Halaman Mapolda Kalsel, Banjarmasin (02/03/2024) pagi.

“Demi kelancaran dan keamanan pasca pemilu, menjelang Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri, Pemprov Kalsel dan Instansi terkait siap membantu dan mendukung tugas Kepolisian. Tujuannya agar masyarakat dapat menjalani ramadan sampai merayakan Idul Fitri nanti dengan rasa aman dan nyaman,” jelasnya.

Sebelumnya, Amanat Kapolda Kalsel yang disampaikan Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu daerah, oleh sebab itu pemeliharaan Kamseltibcarlantas sangat penting dalam menunjang kehidupan masyarakat.

Selain itu keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas juga merupakan cerminan dari keberhasilan  pembangunan dan ekonomi, oleh sebab itu Polri bersama stakeholder dan pemerintah bertanggung jawab untuk Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat.

Hal ini, sesuai dengan yang diamanatkan dalam undang-undang nomor 22 Tahun 2009 yaitu mewujudkan dan memelihara keamanan , keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalulintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Keempat point diatas merupakan hal yang sangat kompleks sehingga tidak bisa ditangani oleh Polri sendiri melainkan perlu pelibatan sinergitas antar pemangku kepentingan guna menemukan akar masalah dan solusinya dapat diterima dan dijalankan oleh semua pihak. Total personel yang diterjunkan sebanyak 618 orang dengan melibatkan seluruh stakeholder,” kata Wakapolda Kalsel. (adp/niz)

Lebih baru Lebih lama