Trending

Peduli Kemanusiaan, ASPPERWI Kalsel Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Banjir

PEDULI: ASOSIASI Pelaku Perjalanan Wisata Indonesia (ASPPERWI) Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan kemanusiaan dan memfasilitasi layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir di Desa Tajau Landung, Kabupaten Banjar - Foto Dok

BANUATODAY.COM, BANJAR - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir ditunjukkan oleh pelaku industri pariwisata di Kalimantan Selatan. Asosiasi Pelaku Perjalanan Wisata Indonesia (ASPPERWI) Kalimantan Selatan menggelar aksi kemanusiaan di Desa Tajau Landung, Kabupaten Banjar, Rabu (14/1/2026), dengan fokus pada layanan kesehatan dan pemulihan pascabanjir.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan ringan, serta pendistribusian kebutuhan dasar seperti obat-obatan, vitamin, popok bayi, dan makanan tambahan untuk anak-anak. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya keluhan kesehatan warga setelah banjir melanda wilayah tersebut.

Aksi sosial ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Dewan Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPK PPNI) RS Amanah Banjarmasin, Lembaga Manajemen Infaq (LMI), serta Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Kolaborasi lintas organisasi tersebut memungkinkan pelayanan berjalan lebih menyeluruh dan terkoordinasi.

Ketua ASPPERWI Kalimantan Selatan, Siti Aisyah, menyampaikan bahwa keterlibatan pelaku pariwisata dalam kegiatan kemanusiaan merupakan bagian dari kontribusi sosial terhadap masyarakat sekitar.

“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak banjir. Pariwisata tidak hanya berbicara tentang bisnis, tetapi juga kepedulian dan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat sedikit meringankan beban warga Desa Tajau Landung,” ujarnya. 

Menurutnya, kehadiran langsung di lapangan penting agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Suasana penyaluran bantuan kepada para korban terdampak banjir di Desa Tajau Landung, Kabupaten Banjar

Sementara itu, tim medis gabungan membuka layanan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, penanganan keluhan kesehatan umum, hingga pemberian obat sesuai indikasi medis. Layanan ini banyak dimanfaatkan oleh warga lanjut usia dan anak-anak yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan pascabanjir.

Perwakilan DPK PPNI RS Amanah Banjarmasin menjelaskan bahwa kondisi pascabanjir berpotensi memicu berbagai penyakit, seperti infeksi kulit, diare, dan gangguan pernapasan, sehingga pemeriksaan dan penanganan dini menjadi langkah penting.

Partisipasi LMI dan BSMI turut memperkuat pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan logistik kesehatan dan pendampingan kemanusiaan di lapangan. Sinergi lintas organisasi ini dinilai mampu memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Warga Desa Tajau Landung menyambut baik kehadiran relawan dan tenaga kesehatan. Mereka mengaku sangat terbantu, terutama dengan adanya layanan pengobatan gratis di tengah keterbatasan pascabanjir.

Melalui kegiatan ini, ASPPERWI Kalimantan Selatan berharap semangat solidaritas dan gotong royong antarberbagai elemen masyarakat terus terjaga dalam menghadapi bencana alam. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama