Trending

SPPG Kalsel Hadir Membantu Warga Desa Pembantanan Terdampak Banjir

PEDULI: Penyerahan bantuan dari SPPG Peduli yang diwakili Hj Nela Aftahuddin - Foto Dok

BANUATODAY.COM, BANJAR – Genangan banjir yang bertahan lebih dari satu bulan masih menutupi kawasan permukiman warga di Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Situasi ini memaksa ratusan keluarga menetap di rumah dengan kondisi ekonomi yang lumpuh akibat terbatasnya aktivitas masyarakat, Minggu (18/1/2026).

Sebagai bentuk kepedulian, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalimantan Selatan membentuk dapur solidaritas Makan Bergizi Gratis (MBG) Peduli untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Perwakilan Paguyuban SPPG Kalsel, H Aftahuddin, mengatakan bahwa gerakan kemanusiaan ini melibatkan 28 SPPG yang berkontribusi sebagai donatur.

“Sebanyak 28 SPPG di Kalimantan Selatan bergotong royong membantu masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan disalurkan langsung melalui dapur-dapur SPPG dengan menurunkan tim ke lapangan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 750 paket yang berisi kebutuhan pokok, selimut, makanan siap santap, obat-obatan, serta camilan untuk anak-anak. Selain itu, tim medis juga diterjunkan untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.

Menurutnya, pendistribusian difokuskan pada wilayah yang selama ini minim tersentuh bantuan.

“Kami berupaya menjangkau kampung-kampung yang belum banyak mendapatkan perhatian. Aksesnya memang sulit, tetapi tetap kami datangi semaksimal mungkin,” jelas Aftahuddin.

Penyerahan obat-obatan bagi para warga yang terdampak banjir.

Ia menambahkan, sekitar tujuh RT yang sebelumnya belum terjangkau akhirnya dapat dikunjungi meskipun harus melewati medan yang cukup berat.

Di sisi lain, program MBG untuk siswa sekolah tetap berjalan. Namun, akibat kondisi banjir, menu disesuaikan dengan situasi lapangan.

“Distribusi MBG tetap dilakukan setiap hari, hanya saja menu basah diganti dengan menu kering seperti telur, abon, buah, dan roti,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 03 Desa Pembantanan, Arfani, menyampaikan bahwa genangan air setinggi lutut orang dewasa membuat warga kesulitan beraktivitas. Mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai petani dan pembudidaya ikan kehilangan sumber penghasilan.

“Sudah lebih dari sebulan warga bertahan dengan kondisi ini. Kegiatan ekonomi nyaris berhenti dan akses darat pun sulit dilewati,” ujarnya.

Ia mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak yang dinilai sangat membantu kebutuhan warga.

“Bantuan yang kami terima dibagikan secara merata kepada seluruh keluarga terdampak. Ini sangat meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama