![]() |
| KOORDINASI: Pemkab Balangan melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kepala BWS Kalimantan III - Foto Dok |
BANUATODAY.COM, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan menyampaikan apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III atas komitmennya dalam mendukung percepatan penanganan banjir di wilayah tersebut. Respons cepat yang ditunjukkan BWS dinilai menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan infrastruktur air yang selama ini memicu banjir di sejumlah permukiman warga.
Apresiasi tersebut disampaikan setelah jajaran Pemkab Balangan melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kepala BWS Kalimantan III, Dedi Supriyadi, di Banjarmasin. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah instansi terkait, antara lain Bapperida, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Balangan.
Koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyinkronkan langkah percepatan penanganan banjir sekaligus pemulihan kawasan yang terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pihak BWS dalam menerima berbagai masukan dan persoalan yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut dibahas dua konteks utama penanganan banjir, yakni banjir lokal di wilayah Kabupaten Balangan serta banjir skala regional yang melibatkan kawasan Banua Anam.
Rahmi menjelaskan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi banjir di Desa Bihara Hilir dan Desa Pulantan. Kedua wilayah tersebut sebelumnya tidak termasuk zona rawan banjir, namun dalam lima tahun terakhir kerap mengalami genangan.
“Kondisi ini terjadi sejak pembangunan saluran primer irigasi Bendung Pitap yang hingga kini belum rampung, sehingga memengaruhi aliran air di kawasan tersebut,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak BWS Kalimantan III menyatakan kesiapannya untuk segera menurunkan tim survei ke Kabupaten Balangan guna melakukan kajian teknis secara lebih mendalam.
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan drainase di bawah saluran irigasi untuk memulihkan jalur aliran air di wilayah Desa Bihara Hilir dan Pulantan.
Selain itu, penanganan dampak pembangunan irigasi Pitap serta rencana rehabilitasi Bendung Batumandi diproyeksikan dapat mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2026.
Sementara untuk program jangka panjang, seperti pembangunan kolam retensi dan normalisasi sungai dalam skala besar, BWS Kalimantan III memproyeksikan pelaksanaannya dimulai pada 2027.
Pihak BWS juga menegaskan komitmennya untuk menghitung secara teknis berbagai kebutuhan penanganan banjir agar program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan mampu memastikan penanganan banjir di Kabupaten Balangan serta kawasan Banua Anam secara lebih terpadu.
Koordinasi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam upaya mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di wilayah terdampak. (ra/fs)

