Trending

Sektor Jasa Keuangan di Kalsel Awal 2026 Stabil, Kredit dan Investor Terus Tumbuh

TERJAGA: Kinerja sektor jasa keuangan Kalsel terjaga stabil dan positif - Foto Dok Istimewa

BANUATODAY.COM, BANJARMASIN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan di Kalimantan Selatan pada awal tahun 2026 masih berada dalam kondisi stabil dengan tingkat risiko yang tetap terjaga. Hal ini mencerminkan aktivitas ekonomi daerah yang masih bergerak positif, Jumat (13/2/2026).

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan sektor keuangan sekaligus memperkuat berbagai program untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

OJK Provinsi Kalimantan Selatan senantiasa menjaga kinerja sektor jasa keuangan, melaksanakan program literasi dan inklusi keuangan, serta berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung perekonomian daerah,” ujarnya.

Secara umum, kondisi ekonomi Kalimantan Selatan masih menunjukkan tren pertumbuhan yang baik. Pada triwulan IV 2025, ekonomi daerah tumbuh 5,46 persen secara tahunan (year on year), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,19 persen.

Jika dihitung secara kumulatif sepanjang tahun, ekonomi Kalimantan Selatan tumbuh 5,22 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen.

Tiga sektor utama yang menjadi penopang ekonomi daerah adalah pertambangan dengan kontribusi 23,20 persen, pertanian 12,68 persen, dan industri pengolahan 11,37 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Di sektor perbankan, penyaluran kredit di Kalimantan Selatan hingga Januari 2026 tercatat mencapai Rp82,29 triliun, atau tumbuh 6,71 persen secara tahunan. Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) berada di angka 2,63 persen.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 28,16 persen, diikuti kredit konsumsi yang tumbuh 6,78 persen, sementara kredit modal kerja mengalami kontraksi 8,23 persen.

Penyaluran kredit investasi terbesar berada di Kota Banjarmasin dengan nilai mencapai Rp19,05 triliun. Sementara itu, porsi kredit untuk sektor UMKM mencapai 26,86 persen dari total kredit di Kalimantan Selatan.

Selain kredit, aset perbankan di Kalimantan Selatan juga meningkat 6,05 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5,68 persen. Sebagian besar dana masyarakat berasal dari giro, tabungan, dan deposito.

Perkembangan pasar modal di Kalimantan Selatan juga menunjukkan tren yang positif. Pada akhir 2025, nilai transaksi saham di daerah ini tercatat mencapai Rp3,62 triliun.

Jumlah investor saham juga terus meningkat dengan total 497.131 investor, sementara investor reksa dana mencapai 995.860 investor yang terdaftar melalui Single Investor Identification (SID).

Pada sektor Industri Keuangan Nonbank (IKNB), perusahaan pembiayaan mencatat penyaluran piutang sebesar Rp11,89 triliun dengan tingkat risiko kredit yang masih terjaga.

Sementara itu, pembiayaan melalui pinjaman daring (fintech lending) mengalami pertumbuhan signifikan hingga 31,13 persen, dengan nilai outstanding mencapai Rp1,026 triliun.

Industri pergadaian juga menunjukkan perkembangan pesat dengan nilai pembiayaan mencapai Rp912 miliar, atau tumbuh 61,59 persen secara tahunan

Selain menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK juga terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, OJK Kalimantan Selatan telah menggelar 11 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti oleh 1.063 peserta.

Materi edukasi yang diberikan meliputi pengenalan OJK, pemahaman produk jasa keuangan, hingga imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Melalui berbagai langkah tersebut, OJK berharap sektor jasa keuangan di Kalimantan Selatan dapat terus tumbuh sehat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah.

Sumber: Rilis OJK 

Lebih baru Lebih lama