| NAIK: Gubernur Muhidin bersama Hj. Fathul Jannah Muhidin juga turut menaiki bambo rafting - Foto Dok Adp |
BANUATODAY.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Fathul Jannah Muhidin secara resmi membuka Festival Bamboo Rafting 2026 di Alam Roh Tujuh Resort, Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Minggu (28/6/2026).
Pembukaan festival ditandai dengan pengibaran bendera start sekaligus pelepasan ratusan peserta arung rakit bambu (bamboo rafting) yang mengarungi Sungai Amandit menggunakan lebih dari 100 rakit bambu atau lanting.
Dalam festival tersebut, peserta menempuh lintasan sepanjang sekitar 5,3 kilometer, dimulai dari Alam Roh Tujuh Resort hingga Dermaga Bamboo Rafting Ni'ih di Desa Hulu Banyu.
BACA JUGA: OJK Gandeng UNODC Perangi Penipuan Daring Lintas Negara
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan festival sekaligus mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
"Kita semua berharap agar seluruh rangkaian acara ini berjalan dengan aman, lancar, dan sukses hingga akhir," ujar Muhidin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan beserta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan Festival Bamboo Rafting 2026 sehingga kembali menjadi salah satu agenda wisata unggulan yang dinantikan masyarakat maupun wisatawan.
"Apresiasi yang setinggi-tingginya patut diberikan kepada Bupati Hulu Sungai Selatan beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras menyelenggarakan festival ini. Festival Bamboo Rafting menjadi momentum berharga bagi kita semua," katanya.
Menurut Muhidin, Festival Bamboo Rafting bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi upaya nyata melestarikan tradisi masyarakat Loksado sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam Kalimantan Selatan kepada masyarakat luas.
Ia mengungkapkan rasa bangga karena Festival Bamboo Rafting kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata. Dari 125 agenda unggulan nasional yang terpilih dari 38 provinsi, Kalimantan Selatan berhasil menempatkan tiga event, yakni Festival Bamboo Rafting di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Festival Sa-Ijaan di Kabupaten Kotabaru, dan Festival Art di Kabupaten Tapin.
"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kekayaan budaya, kuliner, dan kearifan lokal Kalimantan Selatan mendapat pengakuan di tingkat nasional," ujarnya.
Gubernur menambahkan, Loksado kini menjadi salah satu ikon pariwisata Kalimantan Selatan yang memiliki daya tarik alam luar biasa. Keindahan kawasan tersebut semakin bernilai karena menjadi bagian dari kawasan UNESCO Global Geopark Meratus.
Menurutnya, status tersebut merupakan amanah yang harus dijaga melalui komitmen bersama dalam melestarikan lingkungan serta mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan.
"Di saat banyak alam di berbagai tempat mulai rusak oleh tangan manusia, Loksado tetap mempertahankan keasrian dan keaslian alamnya. Inilah daya tarik utama yang harus kita jaga dan perkenalkan kepada dunia," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap pengembangan sektor pariwisata di daerahnya.
Ia mengatakan tingginya antusiasme wisatawan terlihat dari seluruh penginapan dan vila di kawasan Loksado yang telah penuh dipesan beberapa hari sebelum pelaksanaan festival.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Selatan atas dukungan, bantuan, dan perhatian yang terus diberikan bagi kemajuan pariwisata di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kehadiran beliau beserta jajaran membuat Festival Bamboo Rafting tahun ini semakin meriah dan istimewa," ujar Syafrudin.
Menurutnya, keindahan alam Loksado yang dipadukan dengan tradisi arung rakit bambu merupakan potensi wisata yang harus terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan masyarakat.
"Kolaborasi menjadi kunci untuk menjadikan Loksado sebagai destinasi unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin bersama Hj. Fathul Jannah Muhidin juga menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis kepada masyarakat. Bantuan tersebut meliputi paket sembako bagi kader PKK dan pendidik PAUD, perlengkapan sekolah untuk anak PAUD, bantuan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni, serta bantuan perlengkapan sekolah bagi anak dari keluarga kurang mampu dan siswa penyandang disabilitas.
BACA JUGA: Lion Air Resmi Buka Rute Banjarmasin–Kuala Lumpur, Perkuat Konektivitas Internasional Kalsel
Festival Bamboo Rafting 2026 turut dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Kementerian UMKM RI, LPDB Koperasi, unsur Forkopimda, Kepala BIN Daerah Kalimantan Selatan, jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pemerintah kabupaten, para kepala desa di Kecamatan Loksado, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Melalui penyelenggaraan Festival Bamboo Rafting 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap Loksado semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan berkelas nasional dan internasional, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan. (adp/ak)
