| HADIR: Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus dan anggota organisasi wanita yang tergabung dalam GOW, termasuk jajaran pengurus dan anggota Aisyiyah - Foto Dok |
BANUATODAY.COM, KOTABARU – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru, Siti Hadijah, berharap pertemuan bulanan GOW dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarorganisasi wanita sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.
Harapan tersebut disampaikan Siti Hadijah saat membuka pertemuan bulanan GOW yang berlangsung di Gedung Ratu Intan, Kotabaru, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus dan anggota organisasi wanita yang tergabung dalam GOW, termasuk jajaran pengurus dan anggota Aisyiyah Kotabaru sebagai pelaksana kegiatan bulan ini.
BACA JUGA: BRI Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro
Dalam kesempatan tersebut, Aisyiyah Kotabaru menghadirkan materi bertema “Pendidikan Inklusi: Hak Anak, Tanggung Jawab Kita, untuk Generasi Masa Depan yang Lebih Cerah” sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan yang ramah bagi semua anak.
Dalam sambutannya, Siti Hadijah menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi wanita yang terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan GOW. Menurutnya, pertemuan rutin tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi organisasi wanita dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menilai tema pendidikan inklusi yang diangkat pada pertemuan kali ini sangat relevan dengan tantangan dan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, pendidikan inklusi mengajarkan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, aman, nyaman, dan berkualitas tanpa diskriminasi.
“Pendidikan inklusi mengajarkan kepada kita bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, aman, nyaman, dan berkualitas,” katanya.
Siti Hadijah menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada anak yang terpinggirkan dalam memperoleh hak-haknya, termasuk hak atas pendidikan.
“Tugas kita sebagai orang tua, pendidik, organisasi perempuan, serta bagian dari masyarakat adalah memastikan tidak ada anak yang merasa terpinggirkan dalam memperoleh hak-haknya,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan pemahaman peserta mengenai konsep pendidikan inklusi sehingga dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, wawasan dan pemahaman kita tentang pendidikan inklusi diharapkan semakin meningkat sehingga dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara organisasi perempuan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih cerah, berkarakter, dan memiliki daya saing.
BACA JUGA: Jasa Raharja Kalsel Perkuat Komitmen Wujudkan Zero ODOL 2027
Pada kesempatan itu, materi pendidikan inklusi disampaikan oleh Ustad Aspian Noor, S.Pd.I. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang dan meraih potensinya.
“Setiap anak berhak bersinar. Pendidikan inklusi bukan hanya tentang anak berkebutuhan khusus bersekolah di sekolah reguler, tetapi juga tentang bagaimana sistem pendidikan mampu menerima, menghargai, dan mendukung perkembangan setiap anak secara optimal,” jelasnya.
Melalui pertemuan bulanan tersebut, GOW Kabupaten Kotabaru berharap sinergi antarorganisasi wanita semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusif bagi seluruh anak. (mw/fs)
