BANUATODAY.COM, BANJARBARU – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kelistrikan. Melalui PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Batulicin, perusahaan bersinergi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu dalam penyelenggaraan Pelatihan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana.
Pelatihan yang berlangsung pada Senin (22/6/2026) tersebut diikuti oleh 18 peserta yang dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja terampil di bidang kelistrikan. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan dasar instalasi listrik, pemahaman standar pekerjaan, serta penerapan budaya kerja yang mengutamakan keselamatan.
Sebagai bagian dari materi pelatihan, PLN ULP Batulicin memberikan pembekalan mengenai Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Kelistrikan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan potensi bahaya listrik, langkah mitigasi risiko, hingga pentingnya penerapan prosedur keselamatan dalam setiap pekerjaan.
Team Leader K3L PLN ULP Batulicin, Wahyu Cahaya Purnomo Sidik, mengatakan bahwa kemampuan teknis harus diimbangi dengan kesadaran terhadap aspek keselamatan kerja agar tenaga kerja mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
“Pemahaman terhadap risiko kelistrikan dan penerapan prinsip keselamatan merupakan fondasi utama bagi setiap insan yang berkecimpung di sektor kelistrikan. Kami berharap para peserta tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas,” ujar Wahyu.
Selain pembekalan K3L, peserta juga memperoleh edukasi mengenai batas tanggung jawab antara PLN dan pelanggan. Pemahaman tersebut dinilai penting agar calon tenaga kerja mengetahui ruang lingkup instalasi yang menjadi kewenangan masing-masing pihak serta mampu menjalankan pekerjaan sesuai standar yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, Manajer PLN ULP Batulicin, Azmi Muharom, memperkenalkan berbagai layanan digital PLN melalui aplikasi PLN Mobile. Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan PLN bertujuan menghadirkan kemudahan akses layanan bagi pelanggan melalui satu aplikasi yang terintegrasi.
“PLN Mobile menghadirkan berbagai fitur yang memudahkan pelanggan, mulai dari layanan pasang baru, perubahan daya, pembelian token, pembayaran tagihan listrik, hingga pelaporan gangguan secara real time. Seluruh kebutuhan layanan kelistrikan kini dapat diakses dengan lebih cepat, mudah, dan praktis hanya dalam genggaman,” katanya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Instruktur BLK Provinsi Kalimantan Selatan, Dwi Cahyo. Ia menilai kehadiran praktisi dari dunia usaha dan industri memberikan nilai tambah bagi peserta karena materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi yang terjalin bersama PLN. Sinergi antara dunia industri dan lembaga pelatihan seperti ini menjadi langkah penting dalam mencetak tenaga kerja yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dunia kerja sekaligus memahami pentingnya aspek keselamatan dalam setiap pekerjaan,” ucap Dwi.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengapresiasi keterlibatan PLN ULP Batulicin dalam mendukung pengembangan kapasitas peserta pelatihan vokasi. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, lembaga pelatihan, dan industri merupakan faktor penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perkembangan sektor energi.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kelistrikan, baik dari aspek teknis maupun keselamatan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki keterampilan, wawasan, dan kesiapan untuk berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Iwan.
Melalui sinergi bersama lembaga pelatihan dan pemerintah daerah, PLN berharap upaya peningkatan kompetensi masyarakat dapat terus berlanjut. Program seperti ini diharapkan mampu membuka peluang kerja yang lebih luas sekaligus mendukung pembangunan daerah dan kebutuhan tenaga kerja di sektor ketenagalistrikan secara berkelanjutan.
Sumber: PLN
