![]() |
| DUKUNG: 120 Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar resmi dilantik - Foto Dok Istimewa |
BANUATODAY.COM, MARTAPURA – Organisasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar resmi memperkuat langkahnya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tingkat kecamatan se-Kabupaten Banjar dilantik di Mahligai Sultan Adam lantai II, Martapura, Minggu (28/6/2026).
Sebanyak sekitar 120 pengurus dikukuhkan dalam agenda tersebut. Kegiatan pelantikan turut dihadiri Bupati Banjar H Saidi Mansyur, jajaran kepala SKPD, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para pengurus Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar.
Dalam sambutannya, Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyambut baik hadirnya organisasi tersebut sebagai wadah yang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian dan mendukung program swasembada pangan.
Menurut Saidi, meski tergolong organisasi baru, Tani Merdeka Indonesia memiliki potensi besar karena diisi oleh orang-orang yang memiliki pengalaman, jaringan, serta kepedulian terhadap perkembangan dunia pertanian.
“Walaupun organisasi ini tergolong baru, saya yakin di dalamnya terdapat orang-orang yang memiliki pengalaman, jaringan, serta komitmen yang baik untuk memajukan sektor pertanian,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Banjar memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Pada tahun 2025, produksi gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Banjar tercatat mencapai sekitar 236.947 ton per tahun atau meningkat sekitar 2.500 ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan produksi tersebut, kata Saidi, tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, hingga organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pertanian.
Selain komoditas padi, Kabupaten Banjar juga memiliki berbagai potensi unggulan lainnya seperti hortikultura berupa jeruk, pisang, durian, dan cabai. Sektor perkebunan, peternakan, serta perikanan juga dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.
“Semua komoditas ini memerlukan pengawalan dari hulu hingga hilir agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar, lanjut Saidi, terus melakukan berbagai upaya penguatan sektor pertanian, salah satunya melalui pengembangan petani milenial yang kini telah mencapai sekitar 9.100 orang.
Selain itu, dukungan pemerintah pusat melalui bantuan sarana dan prasarana pertanian juga terus diberikan, seperti combine harvester, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga teknologi drone pertanian guna meningkatkan produktivitas petani.
Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar, Hj Helda Rina, menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ia menyebut, Tani Merdeka Indonesia tidak hanya akan berfokus pada tanaman pangan, tetapi juga akan bergerak di berbagai sektor lain seperti hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga perikanan.
“Alhamdulillah hari ini kami mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Walaupun organisasi ini baru, kami siap memberikan kontribusi terbaik untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah,” ungkapnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan hingga tingkat kecamatan, Helda berharap Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar dapat menjadi wadah bagi para petani untuk berkembang, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. (naz/fsl)

