BANUATODAY.COM,BANJARBARU – Sebanyak 934 sarjana resmi menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara bagi Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kalimantan Selatan.
Mereka kini bersiap diterjunkan ke berbagai daerah sebagai penyuluh sekaligus penggerak ekonomi berbasis koperasi.
Upacara penutupan diklat digelar di Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Jumat (31/7/2026) pagi.
Komandan Rindam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Ali Akhwan, menyampaikan seluruh peserta berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik.
"Alhamdulillah, pelaksanaan diklat ini berjalan lancar dan sukses. Sebanyak 934 peserta di Kalimantan Selatan dinyatakan lulus," ujarnya.
Para lulusan akan bertugas mendampingi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Koperasi Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah. Selama mengikuti pendidikan, mereka dibekali berbagai materi mulai dari tata kelola koperasi modern, digitalisasi keuangan, hingga strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan pesisir.
Ali menegaskan, para sarjana tersebut dipersiapkan bukan sekadar menjadi pendamping administrasi, tetapi juga motor penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat.
"Target kami, para lulusan ini siap menjadi motor penggerak agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan profesional," katanya.
Program SPPI KDKMP/KNMP merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. Seluruh peserta berasal dari lulusan S1 hingga S2 yang dipadukan dengan pembinaan karakter, disiplin, kepemimpinan, serta wawasan bela negara.
"Mereka sudah memiliki kompetensi akademik sesuai bidangnya masing-masing. Di sini mereka dibentuk mental tanggung jawab, disiplin, dan kepemimpinan agar mampu menjadi pionir pembangunan ekonomi di wilayah penugasannya," jelasnya.
Setelah lulus, para penyuluh akan berada di bawah koordinasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan. Mereka akan melakukan pemetaan potensi ekonomi daerah, memperkuat usaha koperasi, serta mendampingi tata kelola administrasi dan keuangan agar lebih profesional dan transparan.
Meski masa pendidikan telah berakhir, Rindam XXII/Tambun Bungai memastikan tetap melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja para lulusan selama menjalankan tugas di lapangan.
Keberadaan penyuluh koperasi ini diharapkan mampu memperkuat akses permodalan bagi pelaku UMKM dan nelayan, membangkitkan kembali semangat gotong royong, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir.
"Harapan besar kami, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih ini tidak hanya menjadi papan nama, tetapi benar-benar menjadi sokoguru perekonomian yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," tutupnya.(yan/fsl)

