TERGANGGU : pemadaman listrik membuat berbagai perangkat pembelajaran berbasis teknologi tidak dapat digunakanBANUATODAY.COM,BANJAR – Pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar mulai merambah sektor pendidikan. Tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha, pasokan listrik yang tidak stabil kini turut menghambat proses belajar mengajar berbasis digital di sekolah.
Ketua PGRI Kabupaten Banjar, Zainal Arifin, mengatakan pemadaman listrik membuat berbagai perangkat pembelajaran berbasis teknologi tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Akibatnya, guru terpaksa kembali menggunakan metode pembelajaran konvensional.
Salah satu fasilitas yang paling terdampak adalah Papan Interaktif Digital (PID), bantuan pemerintah pusat yang kini mulai digunakan sekolah-sekolah untuk mendukung transformasi pembelajaran digital.
"Kalau listrik padam, PID itu tidak bisa difungsikan sama sekali. Artinya pengajaran kembali dilakukan secara manual," ujarnya kepada Radar Banjarmasin.
Menurut Zainal, saat ini sebagian besar sekolah di Kabupaten Banjar baru menerima satu unit PID. Penggunaannya pun harus diatur bergantian sesuai kebutuhan masing-masing guru.
Karena itu, setiap kali terjadi pemadaman listrik, perangkat yang seharusnya menjadi penunjang pembelajaran modern praktis tidak dapat dimanfaatkan.
"Rata-rata satu sekolah baru mendapat satu PID. Penggunaannya dikoordinasikan oleh sekolah sesuai kebutuhan. Tapi ketika listrik mati, tentu alat itu tidak bisa digunakan,"pungkasnya .(Yan/rdh)
