RUSAK: Mobil Toyota Raize mengalami kerusakan parah setelah menabrak bagian belakang mobil pikap di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe/ Foto: PKJR Tanah BumbuBANUATODAY.COM,BATULICIN – Dalam waktu tiga hari, dua kecelakaan terjadi di kawasan jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru.
Kecelakaan pertama terjadi pada Selasa (28/7) di kawasan Desa Gunung Raya, tepatnya di jalan menanjak sekitar SDN 3 Mantewe. Mitsubishi Triton yang dikemudikan AR diduga kehilangan kendali hingga melenceng ke jalur berlawanan dan menabrak Honda Brio yang dikemudikan DS.
Benturan keras membuat Brio terpental ke sisi jalan, sedangkan Triton berhenti di tengah badan jalan. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia setelah mendapat perawatan dan dua lainnya mengalami luka berat.
Sehari berselang, Rabu (29/7) sekitar pukul 14.30 Wita, kecelakaan kembali terjadi di ruas jalan alternatif Batulicin–Banjarbaru, Desa Gunung Raya. Kali ini insiden melibatkan tiga kendaraan, yakni mobil pikap, Toyota Avanza, dan Toyota Raize.
Kapolsek Mantewe Iptu Kusnin menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil pikap yang dikemudikan MS (20) melaju dari arah Batulicin menuju Banjarmasin. Kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali hingga memakan jalur lawan dan bertabrakan dengan Toyota Avanza yang dikemudikan Ghazali (41).
Beberapa menit kemudian, Toyota Raize yang melaju dari arah yang sama dengan pikap tidak sempat mengerem karena pengemudinya terkejut melihat kecelakaan di depan. Raize kemudian menabrak bagian belakang mobil pikap.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan kedua tersebut. Namun, satu orang dilaporkan mengalami luka berat dan seluruh kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan.
"Saat petugas tiba di lokasi kejadian, seluruh korban dalam keadaan selamat. Untuk perkembangan kondisi korban selanjutnya, saya masih menunggu informasi lebih lanjut," ujar Iptu Kusnin, Kamis (30/7).
Usai kejadian, Polsek Mantewe memasang papan imbauan di sekitar lokasi agar pengendara lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan alternatif tersebut. Sementara penanganan lebih lanjut terhadap kedua kecelakaan diserahkan kepada Satlantas Polres Tanah Bumbu.
Salah seorang warga yang rutin melintasi jalan alternatif Batulicin–Banjarbaru, Yadi, mengaku tidak terkejut dengan kecelakaan yang kembali terjadi di ruas tersebut. Menurutnya, karakter jalan yang berkelok, menanjak, dan menurun membuat pengendara harus ekstra waspada.
"Kalau belum hafal jalannya, memang harus pelan. Ada beberapa tikungan setelah tanjakan yang pandangannya terbatas," ujarnya.
Ia menilai sebagian besar kecelakaan dapat dihindari apabila pengendara menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Menurutnya, tikungan, tanjakan, dan turunan di ruas tersebut membuat jarak pandang terbatas sehingga pengemudi harus lebih waspada saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.(Yan/fsl)
