BERJIBAKU : Personel Kodim 1006/Banjar bersama tim gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru/foto KODIM 1006/BanjarBANUATODAY.COM,BANJARBARU- Komandan Kodim (Dandim) 1006/Banjar, Letkol Inf B.P Prabujaya, mengambil langkah tegas terhadap pembakar lahan, Perwira menengah melati dua itu mengeluarkan ultimatum keras kepada siapa saja yang masih nekat menyulut api di lahan kering.
"Tidak boleh ada orang yang berusaha membakar lahan dengan alasan apa pun. Dampaknya akan sangat besar," tegas Prabujaya, usai penanganan karhutla di Guntung Damar, Kecamatan Landasan Ulin, Kita Banjarbaru, bersama rombongan KSAL, Sabtu (22/08).
Bukan tanpa alasan peringatan keras itu ia lontarkan. Menurut Dandim, saat ini akumulasi kabut asap imbas karhutla sudah mulai mencekik permukiman, dan memicu ISPA pada anak-anak.
Kemarau panjang membuat lahan kerontang dan api mudah merembet liar ke titik lain. Bahkan, sisa kebakaran yang bisa dipadamkan pada siang hari, kerap mengendap jadi kabut asap pekat saat suhu udara turun di pagi hari
"Kabut asap itu sangat berdampak, khususnya pada anak kecil. Tolong, jangan ada lagi pembakaran, disengaja maupun tidak," tekannya.
Karena itulah ia memperingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk segera menyetop praktik membuka lahan dengan cara dibakar.
“Bukan sekadar kerugian materi, ancaman paling fatal adalah kesehatan,” ungkapnya.
Letkol Inf Prabujaya mengakui bahwa eskalasi titik api memang tengah tinggi. Bahkan Jumat (21/8/2026) lalu, sembilan titik menyala serentak di dua wilayah tersebut.(yan/fsl)
