![]() |
ELEKTABILITAS: Joko Widodo saat menghadiri sidang Tahunan MPR 2026/Foto Instagram jokowi |
BANUATODAY.COM, JAKARTA – Pergerakan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dinilai belum menunjukkan lonjakan signifikan di tengah berbagai hasil riset lembaga survei nasional menjadi perhatian publik politik Tanah Air, Selasa, (18/8/2026).
Meskipun PSI secara konsisten mengaitkan arah gerak politik dan daya tarik partainya dengan figur Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) serta kepemimpinan sang putra, Kaesang Pangarep, angka keterpilihan partai tersebut dilaporkan masih berada dalam rentang yang ketat di bawah batas ambang parlemen (parliamentary threshold).
Sejumlah pengamat politik menilai bahwa asosiasi terhadap figur nasional seperti Jokowi tidak secara otomatis mentransformasikan dukungan pemilih secara penuh menjadi suara elektoral partai. Hal ini menuntut adanya kerja ekstra di tingkat akar rumput guna memperkuat mesin partai secara mandiri.
Menanggapi dinamika keterpilihan dan strategi partai, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sempat menyampaikan pandangannya mengenai komitmen seluruh kader dalam memperkuat penetrasi ke masyarakat.
“Kami akan terus bekerja keras di lapangan, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan membuktikan bahwa PSI hadir untuk kerja nyata,” ujar Kaesang Pangarep dalam keterangannya kepada media.
Di sisi lain, perwakilan manajemen PSI menegaskan bahwa partai terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsolidasi struktur partai dari tingkat pusat hingga daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan agar pesan pembangunan dan nilai-nilai keberlanjutan yang diusung partai dapat menjangkau basis konstituen yang lebih luas menjelang agenda politik mendatang. (naz/fsl)

