Trending

‎Eskalasi Karhutla di Kalsel Tembus 1.651 Kejadian

 ‎

API: relawan saat berupaya memadamkan karhutla/foto:bpbd‎

‎BANUATODAY.COM, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus mengalami peningkatan signifikan seiring cuaca panas ekstrem yang melanda dalam beberapa waktu terakhir. 

‎Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat lonjakan jumlah kejadian, luasan lahan terdampak, hingga insiden jatuhnya korban luka dari kalangan relawan pemadam di lapangan.

‎Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra saat meninjau langsung ke lapangan, mengungkapkan bahwa hingga Jumat (21/8/2026), telah tercatat sebanyak 1.651 kejadian karhutla yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kalsel. 

‎Total luas lahan yang terakar mencapai sekitar 6.905 hektare, dengan pantauan hotspot (titik panas) menembus angka 8.964 titik.

‎"Memang beberapa waktu terakhir, karena cuacanya cukup panas, terjadi peningkatan eskalasi jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan," ujar Ronny saat ditemui di sela penanganan karhutla di kawasan Pengayuan, Jumat (21/8/2026).

‎Kota Banjarbaru menjadi daerah dengan eskalasi karhutla tertinggi, yakni mencapai 342 kejadian dengan luas lahan terbakar sekitar 1.140 hektare. Kabupaten Banjar berada di urutan berikutnya dengan 302 kejadian (1.496 hektare), disusul Kabupaten Tanah Laut sebanyak 272 kejadian (1.384 hektare).

‎Kondisi kritis ini membuat tujuh kabupaten/kota di Kalsel menetapkan status Siaga Darurat Karhutla, dengan yang terbaru dialami Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)

‎Guna menjinakkan amukan si jago merah, BPBD Kalsel terus mengoptimalkan Satgas Darat dan Satgas Udara.

‎ Langkah ini turut diperkuat melalui kolaborasi bersama sektor swasta, di mana tujuh perusahaan dikerahkan membantu penanganan selama 10 hari ke depan di beberapa pos lapangan Ring 1 sekitar Bandara Syamsudin Noor, seperti Pos Gunung Damar, Pos Pengayuan, dan Poslap Sambang Lihum.

‎Kendati demikian, Ronny membeberkan bahwa aksesibilitas menuju titik api masih menjadi kendala utama di lapangan. Karakteristik lahan gambut yang sulit ditembus kendaraan serta minimnya sumber air yang mulai mengering memaksa petugas menarik sambungan selang hingga jarak yang sangat panjang.

‎"Kendala masih sama, yaitu aksesibilitas menuju titik api. Kondisi lahan gambut susah dijangkau, sehingga kami sedikit kesulitan mendekati titik api. Sumber air sekitar juga banyak yang mengering," papar Ronny

‎Saat ini, BPBD Kalsel mendapat sokongan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa tiga unit helikopter, termasuk dua helikopter water bombing. 

‎Ronny berharap adanya potensi penambahan armada udara agar pemadaman di area gambut terisolasi dapat ditangani secara efektif dan menekan risiko bahaya bagi personel di lapangan.

‎Disisi lain, tingginya frekuensi karhutla yang makin masif berdampak langsung pada para relawan di garis depan.

‎Dalam satu hari saja, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Barres 698 harus berjibaku secara maraton memadamkan api di empat titik lokasi berbeda di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.

‎Ketua BPK Barres 698, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, membeberkan bahwa penanganan maraton tersebut dimulai dari kawasan belakang Breeze Park dekat Bandara Syamsudin Noor, lalu menyambung ke kawasan Pengayuan, Kompleks Geria Ulin Permai di Jalan Kenari Ujung, hingga bermuara di Jalan Trikora depan BBPPKS

‎Di tengah perjuangan tersebut, musibah menimpa salah satu personel Rescue Pengayuan yang juga anggota BPK Barres. 

‎Korban mengalami luka bakar serius di bagian kepala dan tangan akibat terpapar hawa panas ekstrem serta jilatan api saat memadamkan karhutla.

‎"Anggota kami mengalami luka bakar di kepala dan tangan. Korban langsung dilarikan ke RS Agung untuk mendapatkan perawatan medis," jelas Rudi.

‎Ia menyebut insiden ini merupakan kasus pertama anggotanya mengalami luka bakar serius selama penanganan karhutla musim ini. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama