EDUKASI:Siswa SMAN 7 Banjarmasin mengikuti edukasi hukum dan kesehatan mental dalam kegiatan Jaksa IKA Masuk Sekolah/foto:anaBANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Suasana edukasi hukum di SMAN 7 Banjarmasin berlangsung interaktif. Dari ribuan siswa, mereka tak hanya mendengarkan penyuluhan, tetapi juga aktif mengajukan dan menjawab pertanyaan dari para pemateri.
Interaksi dua arah itu pada kegiatan Jaksa IKA Masuk Sekolah (JAKI) yang digelar Ikatan Keluarga Universitas Airlangga (Unair) Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, Jumat (28/08) pagi.
Salah satu pemateri, Kasi Penerangan Hukum Kejati Kalsel Yuni Priyono, mengaku senang melihat antusiasme para pelajar selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, penyuluhan tidak berjalan satu arah. Para siswa terlibat aktif dalam sesi dialog dan mampu merespons pertanyaan yang diberikan.
“Saya lihat tadi adik-adik juga antusias sekali. Jadi tidak hanya terjadi dialog yang sifatnya monolog, tetapi juga ada timbal balik,” kata Yuni.
Ia menilai edukasi hukum sejak dini menjadi bagian penting dari langkah pencegahan. Penegakan hukum, menurutnya, tidak hanya dilakukan melalui tindakan represif setelah terjadi pelanggaran.
“Penegakan hukum itu tidak hanya bersifat represif saja, tetapi sebenarnya bisa kita lakukan dengan langkah-langkah preventif,” sampainya.
Melalui pemahaman sejak dini, siswa diharapkan mampu mengenali persoalan hukum dan menghindari tindakan yang dapat membawa mereka ke proses hukum, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Tak hanya perkara hukum, materi yang disampaikan dalam JAKI tersebut mencakup pencegahan perundungan atau bullying, hingga kesehatan mental.
Ketua IKA Unair Kalsel, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi bagi pelajar. Para siswa kata dia juga mendapatkan materi kesehatan mental.
Psikolog memberikan edukasi mengenai psychological first aid atau pertolongan pertama psikologis.
Materi tersebut membahas langkah awal dalam menghadapi seseorang yang mengalami kecemasan, gangguan psikologis, hingga kondisi depresi.
Ellyana mengatakan antusiasme siswa terlihat dari respons dan jawaban mereka selama sesi berlangsung.
“Alhamdulillah hari ini semua anak-anak kita lihat antusias, dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kami,” katanya.
Ia berharap, program JAKI Masuk Sekolah tidak berhenti di SMAN 7 Banjarmasin, tetapi dapat dilanjutkan ke sekolah-sekolah lainnya di Kalsel.
Kepala SMAN 7 Banjarmasin Arjudin menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap edukasi hukum dan kesehatan mental bagi pelajar menjadi pengalaman penting bagi siswa.
Dalam kesempatan yang sama, SMAN 7 Banjarmasin juga meluncurkan Klub Jantung Sehat Remaja (KJSR).
Arjudin menyebut program tersebut menjadi yang pertama dilaksanakan di tingkat SMA di Kalsel.
“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur kegiatan ini dapat dilaksanakan di SMA Negeri 7 Banjarmasin,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan edukasi dan program kesehatan yang dilaksanakan di sekolahnya dapat menjadi contoh dan dikembangkan di sekolah-sekolah lain di Kalsel.(yln/dh)
Tags:
Ragam
