PUTUS :Jembatan Saka Harang di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan,utus Minggu (30/8/2026) malam/foto:anaBANUATODAY.COM,BANJARMASIN- Jembatan Saka Harang Mantuil putus setelah dump truck yang terperosok ke sungai, proses evakuasi dump truck yang terperosok ke sungai berlangsung cukup alot hingga malam hari, Minggu (30/7/2026).
Upaya pengangkatan menggunakan alat berat sempat mengalami hambatan karena harus dilakukan secara hati-hati.
Petugas bersama warga terlihat memasang kail dan pengikat pada badan truk untuk memudahkan proses evakuasi.
Hingga sekitar pukul 20.30 Wita, lokasi masih dipadati warga yang menyaksikan proses pengangkatan kendaraan tersebut.
Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Chandra Iriandhy Wijaya mengatakan, selain penanganan darurat, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap jembatan-jembatan berbahan ulin yang memiliki potensi mengalami kerusakan serupa.
Menurutnya, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar perbaikan jembatan secara bertahap.
“Pendataan seluruh jembatan ulin yang berpotensi untuk seperti ini akan kita lakukan. Nanti akan kita perbaiki seluruhnya pada 2027,” ujarnya.
Untuk Jembatan Saka Harang, PUPR saat ini berkoordinasi terkait pembangunan jembatan sementara.Pihaknya masih menunggu bantuan jembatan sementara dari Denzipur untuk memulihkan akses masyarakat.
“Jadi saat ini segera kami lakukan koordinasi terkait pembuatan jembatan sementara. Kami lagi menunggu bantuan dari Denzipur,” katanya.
Chandra menegaskan jembatan sementara tersebut hanya digunakan sebagai solusi darurat. Pemko Banjarmasin selanjutnya menyiapkan perbaikan secara menyeluruh terhadap jembatan yang ambruk.
Terkait penyebab ambruknya jembatan, Chandra menyebut masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi awal, kendaraan yang melintas diduga membawa muatan melebihi kapasitas yang diperbolehkan.
“Mungkin ada yang lewat, truk dengan muatan yang melebihi kapasitas jalan yang diperbolehkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR mengatakan ambruknya Jembatan Saka Harang berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat di kawasan Mantuil.
Menurut dia, sekitar 12 RT berpotensi terisolasi sementara akibat putusnya jalur penghubung tersebut.
“Ini juga menjadi salah satu akses sebagian warga di Kelurahan Mantuil. Mungkin ada sekitar 12 RT yang terisolir sementara ini,” ujarnya.
Pemko, kata Yamin, langsung mencari solusi agar aktivitas warga, termasuk pelajar, tidak terganggu terlalu lama.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah berkoordinasi dengan jajaran TNI untuk meminjam jembatan Bailey sebagai penghubung sementara.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Kasrem dan Dandim, berkomunikasi melalui Danrem dan Pangdam untuk peminjaman jembatan Bailey untuk penanganan sementara,” katanya.
Yamin menyebut permohonan tersebut telah mendapat respons positif. Pemanfaatan jembatan sementara itu diharapkan dapat segera direalisasikan setelah proses koordinasi dengan Denzipur.
“Alhamdulillah sore hari ini juga dapat solusi untuk sementara dipinjami jembatan Bailey dari Denzipur atas izin Pangdam,” imbuhnya.(ylnrdh)
