Trending

Kabut Asap Masuk Banjarmasin, Opsi PJJ Dibuka Sambil Melihat Dampak di Lapangan

KABUT: Kondisi kota Banjarmasin yang mulai diselimuti kabut asap./foto:naza

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Kabut asap mulai masuk ke sejumlah wilayah Kota Banjarmasin, terutama kawasan yang berada dekat perbatasan. Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin mulai menyiapkan langkah antisipasi bagi siswa dan tenaga pendidik.

Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan belum ada penyesuaian jam masuk sekolah akibat kabut asap. Untuk sementara, sekolah diarahkan menggunakan masker dan kondisi di lapangan akan terus dipantau.

“Kami akan mengeluarkan surat edaran terkait dengan penggunaan masker ke sekolah,” kata Ryan.

Disdik juga telah berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendukung pembagian masker di lingkungan sekolah. 

Sementara keputusan mengenai perubahan jam belajar akan mempertimbangkan perkembangan dampak kebakaran lahan. Termasuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) sebelum mengambil keputusan lebih jauh terkait penyesuaian belajar mengajar.

Selain itu, Ryan mengatakan pihaknya akan meminta laporan dari seluruh kepala sekolah mengenai kondisi kabut asap di wilayah masing-masing.

Laporan tersebut nantinya menjadi bahan koordinasi dengan Wali Kota Banjarmasin untuk menentukan sekolah yang masih dinilai kondusif dan sekolah yang mungkin perlu menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Bisa jadi nanti mungkin ada PJJ kalau memang itu sangat mengganggu dan membahayakan bagi peserta didik dan tenaga pendidik,” tegasnya.

Dengan demikian, sekolah di Banjarmasin masih berjalan normal untuk sementara. Namun, kebijakan tersebut dapat berubah apabila kondisi kabut asap semakin parah.

Di sisi lain, BPBD Banjarmasin mulai membagikan masker kepada warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan pembagian masker telah dilakukan sejak 18 dan 19 Agustus 2026. 

Prioritas diberikan kepada masyarakat dan petugas yang berada di kawasan dengan paparan asap cukup kuat.

Pembagian dilakukan terutama di sekitar wilayah perbatasan yang kondisi kabut asapnya lebih terasa. 

Petugas juga membagikan masker kepada orang-orang yang ditemukan beraktivitas di luar ruangan.

“Yang pasti di dekat-dekat perbatasan yang memang sangat berkabut, yang sangat terasa asapnya,” ucap Husni.

BPBD saat ini memiliki stok sekitar 1.000 lebih masker. Persediaan tersebut akan diprioritaskan untuk tim reaksi dan petugas yang sering turun ke lapangan serta masyarakat yang ditemui di kawasan terdampak.

Jumlah tersebut masih dinilai terbatas sehingga distribusi dilakukan secara bertahap sambil melihat perkembangan kondisi di lapangan.(naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama