TEBAL: kabut asap yang cukup tebal terjadi di kawasan Landasan Ulin dan Liang Anggang dampak karhutla yang kian meluas/foto:bpbdBANUATODAY.COM,BANJARBARU– Banjarbaru kini dikepung asap tebal dan Kabut asap tebal terus menyelimuti wilayah Kota Banjarbaru setiap paginya.
Pada SAelasa (18/8) pagi fenomena yang dipicu maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut sempat membatasi jarak pandang warga, meski dipastikan belum mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Pantauan di lapangan menunjukkan kabut asap menebal sekitar pukul 07.00 WITA dan cukup mengganggu pandangan pengguna jalan.
Kendati demikian, lalu lintas udara di bandara kebanggaan masyarakat Kalsel itu terpantau lancar
Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura Indonesia, Ahmad Zulfian Noor, menegaskan aktivitas penerbangan tetap berada dalam koridor aman.
"Pagi tadi Alhamdulillah tidak terganggu, masih dalam batas normal," paparnya.
Meski penerbangan tak terdampak, kondisi atmosfer Banjarbaru berada pada tingkat mengkhawatirkan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara di Kota Banjarbaru telah masuk dalam kategori tidak sehat dengan angka konsentrasi polutan mencapai 72,8 µg/m³.
Dampak karhutla di wilayah ini kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat total area yang terdampak telah membengkak secara signifikan
"Sampai saat ini, jumlah lahan terbakar mencapai 945 hektare sesuai data yang dihimpun oleh BPBD," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Harun Ar Rasyid kepada Radar Banjarmasin.
Harun menjelaskan, tim di lapangan menghadapi kendala kompleks saat memadamkan api.
Di antaranya kemunculan titik api yang hampir bersamaan di lokasi berjauhan, eskalasi pembesaran api yang cepat akibat cuaca panas serta angin kencang yang sering berubah arah, terbatasnya aksesibilitas, hingga menyusutnya sumber air alami.
"Sesuai pantauan, sungai-sungai di lokasi semakin surut. Namun untuk sumber air hydrant alhamdulillah masih lancar," tambahnya.
Jumlah kejadian karhutla pun bervariasi setiap harinya, mulai dari nihil hingga puluhan titik dengan skala dan tingkat keparahan beragam.
Guna mengantisipasi dampak buruk asap, BPBD memastikan keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.
Seluruh petugas diinstruksikan disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP) serta mengenakan alat pelindung diri (APD).
"Untuk tim dari BPBD tidak ada yang mengalami sesak napas. Kami tidak akan memaksakan diri jika memang asap terlalu tebal dan membahayakan," tegas Harun.(yan/fsl)
