Trending

KKN-PPM UGM di Panyipatan Resmi Berakhir, Program Pemberdayaan Diharapkan Berlanjut

 

PAMIT: KKN-PPM UGM di Panyipatan Resmi Berakhir/foto:yuanda

BANUATODAY.COM,PANYIPAAN – Program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Sandau Batala Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kecamatan Panyipatan resmi berakhir. Penarikan 28 mahasiswa peserta KKN dilaksanakan di Aula Kecamatan Panyipatan, Jumat (07/08).

Mewakili Camat Panyipatan, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rizka Priatma Arvie menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah mengabdikan diri selama kurang lebih 50 hari di Desa Batakan, Tanjung Dewa, dan Kandangan Lama.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pengalaman bagi para peserta, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan positif yang turut mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan dan seluruh masyarakat Kecamatan Panyipatan, kami mengucapkan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa KKN yang telah mengabdikan waktu, tenaga, pikiran, dan ilmunya selama berada di Kecamatan Panyipatan. Kehadiran kalian telah memberikan warna baru, semangat baru, serta berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya saat membacakan sambutan Camat Panyipatan.

Ia berharap hubungan baik antara Pemerintah Kecamatan Panyipatan dan UGM dapat terus terjaga meskipun pelaksanaan KKN telah selesai. Kerja sama tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM Sandau Batala, Nasih Widya Yuwono, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Pemerintah Kecamatan Panyipatan, pemerintah desa, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan selama mahasiswa melaksanakan program KKN.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, khususnya Kecamatan Panyipatan beserta pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang telah menerima serta mendukung mahasiswa kami selama menjalankan KKN. Tanpa dukungan Bapak dan Ibu, kegiatan ini tentu tidak akan berjalan dengan baik,” katanya.

Nasih menjelaskan, sebanyak 28 mahasiswa KKN-PPM Sandau Batala selanjutnya akan kembali ke Yogyakarta untuk melanjutkan kegiatan akademik mereka. Meski program telah selesai, ia berharap komunikasi serta hubungan kerja sama yang telah terjalin selama berada di Panyipatan dapat terus dipertahankan.

Ia juga berharap berbagai program yang telah dirintis mahasiswa selama KKN dapat diteruskan oleh masyarakat bersama pemerintah desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Selain itu, peluang kerja sama lanjutan antara UGM dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut juga terbuka, termasuk dalam mendorong semakin banyak putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UGM melalui berbagai jalur yang tersedia.

Penarikan mahasiswa KKN-PPM Sandau Batala berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian pesan serta pantun perpisahan sebagai simbol harapan agar silaturahmi antara UGM, pemerintah daerah, dan masyarakat Kecamatan Panyipatan tetap terjalin.(yln/rdh)



Lebih baru Lebih lama