![]() |
| INKLUSI: Literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia naik 69,57 persen/Foto OJK. |
BANUATODAY.COM, JAKARTA – Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan pada 2026. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis OJK, LPS dan BPS, indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen, sementara inklusi keuangan berada di angka 93,61 persen, Rabu (12/8/2026).
Angka tersebut meningkat dibandingkan 2025, masing-masing sebesar 66,64 persen untuk literasi dan 92,74 persen untuk inklusi. Capaian 2026 sekaligus melampaui target RPJMN 2025–2029 untuk 2029.
Dari 38 provinsi, Kalimantan Selatan menempati peringkat kedua nasional dalam indeks literasi keuangan dengan capaian 79,69 persen, hanya di bawah DKI Jakarta sebesar 84,01 persen. Bali berada di posisi ketiga dengan 78,77 persen.
SNLIK 2026 melibatkan 75.000 responden berusia 15–79 tahun di seluruh 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi. Survei ini menjadi salah satu dasar penyusunan kebijakan dan program peningkatan literasi serta inklusi keuangan masyarakat.
Meski meningkat, hasil survei menunjukkan masih terdapat kelompok masyarakat dengan tingkat literasi dan inklusi di bawah angka nasional, terutama masyarakat perdesaan, usia 15–17 tahun dan 51–79 tahun, pendidikan rendah, serta petani, pelajar/mahasiswa dan masyarakat yang belum bekerja. (naz/fsl)

