Trending

Mahasiswa FISIP ULM Ditemukan Mengapung di Sungai Barito

 

EVAKUASI: Jasad korban saat dievakuasi petugas dari Sungai Barito. Sandal korban masih terlihat melekat di kakinya./foto:polairfbatols

BANUATODAY,COM,MARABAHAN – Sesosok mayat ditemukan mengapung di Sungai Barito, tepatnya di kawasan tambatan Batola Docking, Desa Belandean Muara, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Jumat (28/8).

Korban diketahui bernama Muhammad Rezky Pratama, 19. Warga Jalan Pemuda Gang Tiara RT 01, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tersebut diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ULM Banjarmasin.

Kapolres Batola AKBP Susilawati melalui Kasat Polairud AKP Khairin Aplani mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang anak buah kapal (ABK) TB Cahaya 1601 sekitar pukul 08.30 Wita.

Saat itu, saksi bernama Reinners Grier Hariawang sedang memasak di dapur kapal. Saksi kemudian keluar untuk membuang air kecil.

Ketika berada di bagian buritan kapal, saksi melihat sesuatu mengapung di permukaan air. Karena penasaran, ia kemudian mendekati benda tersebut.

"Setelah didekati, ternyata yang mengapung tersebut merupakan mayat laki-laki dalam kondisi sudah meninggal dunia," ungkap Khairin.

Saksi kemudian memanggil rekan sesama ABK untuk memastikan temuan tersebut. Setelah itu, salah seorang kru kapal menghubungi penjaga tambatan bernama Yusuf.

"Setelah dipastikan, penjaga tambatan kemudian menghubungi pihak Satpolairud Polres Batola untuk dilakukan evakuasi," jelasnya, Sabtu (29/8/2026)

Petugas yang tiba di lokasi kemudian mengevakuasi jasad korban. Selanjutnya, jasad dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan luar sementara, kondisi jasad telah mengalami perubahan akibat berada di dalam air. Perkiraan korban telah berada di air sekitar tiga hari. Dari pemeriksaan luar juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Hasil pemeriksaan luar sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menjadi penyebab meninggalnya korban. Dugaan sementara korban meninggal karena tenggelam," kata Khairin.

Setelah proses pemeriksaan, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi dan bersedia membuat surat permohonan penolakan autopsi serta surat pernyataan."Jenazah kemudian dibawa pihak keluarga ke Kandangan untuk dimakamkan," pungkasnya.(yln/rdh)

Lebih baru Lebih lama