![]() |
| RICUH: Suasana ricuh saat pelaksanaan Muktamar NU ke-35/Foto Instagram kumparan |
BANUATODAY.COM, JOMBANG – Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sempat diwarnai kericuhan pada Minggu (30/8/2026).
Kericuhan terjadi di sekitar arena Sidang Pleno IV setelah forum membahas dan menetapkan tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), salah satunya terkait ketentuan masa iddah politik minimal satu tahun bagi calon yang sebelumnya memiliki keterlibatan dalam partai politik maupun jabatan tertentu.
Sejumlah massa yang mengatasnamakan pendukung bakal calon Ketua Umum PBNU KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf kemudian berupaya masuk ke arena sidang di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Berdasarkan pantauan NU Online, massa sempat berupaya menerobos barikade yang dijaga Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan petugas keamanan panitia. Petugas kemudian berupaya meredam situasi agar massa tidak masuk ke dalam arena sidang.
Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU Bidang Media dan Publikasi, Gus Amik Izzul Islam, mengatakan kericuhan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Ia menyebut terdapat sejumlah oknum yang diduga bukan merupakan muktamirin.
“Ketika tim kami turun ke lapangan, ada oknum-oknum yang menggunakan atribut salah satu bakal calon, Gus Yusuf. Tapi kaosnya dibalik,” kata Gus Amik, sebagaimana dikutip NU Online.
Menurut Gus Amik, kericuhan tersebut terjadi setelah pimpinan sidang bersama para masyayikh menetapkan tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU. Salah satu ketentuannya mengatur masa iddah minimal satu tahun dari partai politik maupun jabatan tertentu.
“Jadi ada yang sempat terbakar. Setelah itu keamanan berhasil memundurkan oknum-oknum yang membuat ricuh ini di sebelah barat tenda,” ujar Gus Amik terkait adanya gangguan terhadap instalasi kelistrikan di arena sidang.
Sementara itu, NU Online melaporkan massa juga menyampaikan protes terhadap proses pengambilan keputusan dalam forum dan meminta para kiai sepuh turun ke arena untuk menyikapi persoalan tersebut.
Akibat aksi tersebut, Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU sempat terhenti. Petugas keamanan kemudian berupaya mengendalikan situasi agar jalannya agenda Muktamar dapat kembali berlangsung.
Kericuhan tersebut menjadi salah satu dinamika dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. (naz/fsl)

