Trending

Orado Banjarmasin Gencarkan Sosialisasi Olahraga Domino

 

GENCAR :Orado Banjarmasin Gencarkan Sosialisasi Olahraga Domino/foto:ana

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN– Federasi Olahraga Domino (Orado) Kota Banjarmasin terus bergerak masif mengedukasi publik terkait olahraga domino. Terbaru, Orado menggelar program sosialisasi Go to Campus di Aula Asywadi Syukur, UIN Antasari Banjarmasin, Sabtu (15/08) kemarin, guna memperluas jangkauan pemahaman masyarakat akan cabang olahraga resmi ini.

​Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Orado Banjarmasin dalam merangkul seluruh lini masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, kelompok warga umum, hingga kalangan mahasiswa yang diwakili pengurus DEMA dan BEM dari UIN Antasari, ULM, UNISKA MAB, UT, serta UVAYA.

​Ketua Orado Banjarmasin, Rikval Fachruri, menegaskan bahwa sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat ini krusial dilakukan demi menghapus stigma lama yang melekat pada permainan domino.

"Ini bagian dari rangkaian sosialisasi ke beberapa tempat. Sebelumnya kita sudah ke sekolah dan masyarakat umum yang mendapat respon sangat positif. Tujuannya merubah paradigma, karena dulu domino sering dikonotasikan dengan judi. Padahal sekarang sudah resmi masuk KONI dan diakui sebagai cabang olahraga permainan," ujar Rikval.

​Rikval menjelaskan bahwa penataan regulasi dan aturan baku pada domino prestasi menjadi pembeda utama dari permainan kartu biasa di masyarakat. Melalui pengenalan yang gencar, publik diharapkan memahami bahwa domino kini telah bertransformasi menjadi ajang kompetisi resmi bertingkat, mulai dari skala kota, provinsi, hingga nasional.

​"Dalam waktu dekat ada event menyambut Hari Kemerdekaan pada 28–29 Agustus di Sekretariat Bersama, disusul kejuaraan Wali Kota Cup pada 18–20 September. Maka dari itu, sosialisasi ke masyarakat terus kami masifkan," terangnya.

​Langkah edukatif Orado ini pun memantik respons hangat dari perwakilan mahasiswa UIN Antasari, Khairul Fikry. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai legalitas domino sangat membantu meyakinkan masyarakat dan kalangan muda.

​"Sosialisasi ini sangat positif, jadi kita lebih tahu Orado seperti apa. Dulu sempat ragu dan riset dulu di media sosial serta fatwa keagamaan untuk memastikan kehalalan dan legalitasnya. Ternyata memang legal dan diakui KONI. Sekarang masyarakat dan mahasiswa yang gemar bermain domino punya wadah resmi yang positif untuk diarahkan ke ajang perlombaan," ungkap Fikry.(yln/fsl)


Lebih baru Lebih lama