BANUATODAY.COMM, BANJARBARU – Pada evaluasi mingguan terakhir, angka penderita ISPA menembus sekitar 6.700 kasus, atau melonjak sekitar 20 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Hal ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan mengoptimalkan pengerahan tenaga medis di lapangan.
Tim kesehatan ditempatkan di setiap posko penanganan karhutla guna mengawal kondisi para relawan dan masyarakat terdampak.
Langkah siaga tersebut diambil seiring dengan peningkatan signifikan kasus gangguan pernapasan di wilayah Kalsel.
Pada evaluasi mingguan terakhir, angka penderita ISPA menembus sekitar 6.700 kasus, atau melonjak sekitar 20 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Kepala Dinkes Kalsel Diauddin menyatakan bahwa penempatan tim kesehatan di posko-posko penanganan bertujuan untuk memberikan pendampingan langsung, terutama bagi para relawan yang berada di garis depan pemadaman api.
Tim medis bertugas menyiagakan obat-obatan serta merespons cepat setiap keluhan kesehatan yang timbul di lokasi
“Walaupun niatnya membantu, kesehatan pribadi juga diperhatikan,” tegas Diauddin mengingatkan para relawan agar tetap memprioritaskan keselamatan dan disiplin menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai selama menjalankan tugas pemadaman.
Selain pengawalan medis bagi relawan, tim kesehatan juga terus mengedukasi masyarakat terkait bahaya paparan kabut asap, khususnya pada jam-jam rawan di pagi hari saat anak-anak berangkat sekolah.
“Sekolah kan jam pagi, mau tidak mau dia beraktivitas ke luar. Nah, pagi itu malah yang agak pekat kabut asapnya,” jelas Diauddin.
Melalui jajaran dinas kesehatan di tingkat kabupaten dan kota, Dinkes Kalsel menginstruksikan imbauan kepada warga agar membatasi aktivitas di luar rumah saat kabut asap pekat serta mewajibkan penggunaan masker jika harus beraktivitas di luar ruangan.(yan/rdh)

