Trending

Pentingnya Fotografi Produk bagi UMKM

FOTOGRAFI : Dengan teknik fotografi mrmbuat  foto produk yang lebih baik/foto:arini

BANUATODAY.COM,BATULICIN-Fotografi produk memiliki peran penting dalam mendukung pemasaran, khususnya ketika pelaku UMKM menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana utama memperkenalkan produk.

Foto menjadi representasi pertama yang dilihat calon konsumen sebelum mengenal produk secara langsung. Foto yang terang, jelas, tertata, dan mampu menampilkan keunggulan produk dapat membantu meningkatkan daya tarik visual sekaligus memberikan kesan yang lebih profesional.

Karena itu, kemampuan membuat foto produk secara mandiri dapat menjadi salah satu keterampilan pendukung bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan pemasaran digital.

Dept Head Empowerment and Sustainability Div Head, PT BIB Triandi Subagyo, menyampaikan bahwa kemampuan fotografi produk semakin penting seiring dengan berkembangnya pemasaran melalui media digital.

“Pemasaran produk UMKM sekarang banyak dilakukan melalui media digital. Karena itu, kemampuan membuat foto produk yang baik menjadi penting. Harapannya, peserta bisa langsung menerapkan ilmu yang didapat dengan peralatan yang sudah mereka miliki,” ujar Triandi.

Menurutnya, pengembangan UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk memberikan keterampilan yang dapat membantu pelaku usaha memasarkan dan mengkomunikasikan produknya kepada konsumen.

Dalam pelatihan ini, antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung. Peserta aktif mencoba berbagai teknik yang diberikan, mulai dari mengatur posisi produk, menentukan angle, mengatur pencahayaan, hingga mengevaluasi hasil foto.

Penggunaan produk milik masing-masing peserta membuat proses pelatihan menjadi lebih aplikatif. Peserta dapat langsung mengetahui perbedaan hasil foto sebelum dan sesudah menerapkan teknik yang diberikan oleh trainer.

Salah satu peserta, Amini, pelaku usaha keripik Kreesa, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya pencahayaan dan penataan produk.

“Biasanya saya foto produk seadanya, yang penting produknya terlihat. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi tahu bahwa cahaya dan posisi produk sangat berpengaruh. Dengan alat yang kita punya pun ternyata bisa menghasilkan foto yang lebih bagus,” kata Amini.

Menurut Amini, materi yang diberikan cukup mudah dipahami karena langsung dipraktikkan menggunakan produk dan perangkat yang tersedia. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas konten promosi produk Kreesa di media sosial.

Dhiky Sasra menekankan bahwa pemahaman terhadap cahaya merupakan salah satu dasar terpenting dalam fotografi.

“Yang paling penting bagaimana kita memahami cahaya. Mau menggunakan lighting atau cahaya matahari, kita harus tahu arahnya, bagaimana jatuh ke produk, dan bagian mana yang ingin kita tonjolkan,” jelas Dhiky.

Ia mendorong peserta untuk terus melakukan eksperimen dan latihan dengan berbagai kondisi pencahayaan. Menurutnya, semakin sering melakukan praktik, pelaku UMKM akan semakin memahami karakter produk dan menemukan cara terbaik untuk menampilkannya melalui foto.

Pelatihan ini diharapkan memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan peserta dalam berbagai kebutuhan pemasaran, antara lain, membuat konten media sosial, membuat katalog produk, mengisi marketplace dan platform digital, membuat materi promosi, mendokumentasikan produk baru, menampilkan keunggulan dan detail produk, dan meningkatkan kualitas visual identitas usaha.

Dengan kemampuan tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap jasa fotografi untuk kebutuhan konten sederhana dan dapat secara mandiri memproduksi materi visual sesuai kebutuhan usaha.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat menerapkan teknik fotografi yang telah dipelajari secara konsisten dalam kegiatan usaha masing-masing.

Penerapan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, baik telepon seluler, pencahayaan sederhana, maupun cahaya alami. Peserta juga diharapkan terus melakukan latihan agar mampu menghasilkan foto yang semakin sesuai dengan karakter produk dan identitas usahanya.

Melalui pelatihan fotografi produk ini, CSR PT BIB berharap peningkatan kapasitas UMKM tidak hanya berdampak pada kemampuan teknis peserta, tetapi juga dapat mendukung perluasan akses pasar bagi produk-produk UMKM binaan.

Kemampuan menghasilkan foto produk yang menarik diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membangun komunikasi visual yang lebih baik dengan konsumen, meningkatkan kualitas materi promosi, serta memperkuat kehadiran produk di media sosial dan berbagai saluran pemasaran digital.

Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen CSR PT BIB dalam mendukung UMKM binaan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan pemasaran yang lebih kuat, dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.(rfz/fl)



Lebih baru Lebih lama