Trending

PMI Kalsel Kirim Air Bersih Hingga Tabung Oksigen Gratis Kepada Masyarakat Terdampak Karhutla

BANTUAN :PMI Kalsel ikut memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak karhutla/foto:yuanda

BANUATODAY.COM,BANJARBARU- PMI Kasel bergerak cepat dalam membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti gangguan  Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).PMI Kalsel mengerahkan armada tangki air, ambulans, hingga penyediaan posko tabung oksigen bagi masyarakat.

‎Ketua PMI Kalsel Gusti Iskandar, menyatakan bahwa keterlibatan relawan dan armada PMI di lapangan merupakan bentuk dukungan (supporting) nyata terhadap langkah Pemprov Kalsel dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam memitigasi bencana ini.

‎"Kita mengerahkan relawan berbasis masyarakat dan pengurus untuk langsung turun ke lapangan. Saat ini tiga unit armada tangki air dan dua unit ambulans sudah kita siagakan dan terjunkan untuk membantu distribusi air bersih, pemadaman, hingga penanganan darurat," ujar Gusti Iskandar.

‎PMI Kalsel, ujar Gusti Iskandar juga berkolaborasi intensif dengan BPBD Kalsel yang telah berjalan hampir satu bulan atau sekitar 20 hari di posko bersama. 

‎Selain pendistribusian air bersih, fokus utama PMI adalah dampak kesehatan masyarakat akibat paparan asap karhutla.

‎Untuk merespons tingginya kasus ISPA, PMI Kalsel menyediakan posko khusus penanganan oksigen yang disiapkan dengan skema karantina ringan maupun layanan antar langsung ke rumah warga.

‎"Bagi masyarakat yang membutuhkan oksigen, kita siapkan posko penanganannya. Jika ada warga yang tidak memungkinkan datang, petugas dan relawan kita yang akan membawakan tabung oksigen langsung ke rumah warga. Posko ini akan terus standby sampai situasi benar-benar mereda," terangnya.

‎Gusti Iskandar yang juga seorang anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi dan peranan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk menempatkan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama di samping upaya pemadaman (mitigasi).

‎"Dampak karhutla ini sangat luas. Mitigasi pemadaman itu wajib, tetapi kesiapan penanganan kesehatan masyarakat juga menjadi hal pokok yang harus disiapkan pemerintah. Prinsipnya kita saling bahu-membahu dan bergotong royong melengkapi keterbatasan di lapangan," tambahnya.

‎Di sisi lain, Gusti Iskandar turut mengimbau masyarakat luas agar tidak melakukan pembakaran lahan atau ladang yang berpotensi memperparah kondisi kabut asap dan mengancam kesehatan publik.

‎"Situasi ini cukup sulit bagi masyarakat. Karena itu kami mengimbau agar jangan ada lagi yang membakar ladang atau lahan karena dampaknya sangat berbahaya," pungkasnya.(yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama