Trending

Ratusan Siswa MDIM Kindaung Pawai Bawa Pesan Damai

 

SEMANGAT: Siswa MDIM Kindaung mengikuti pawai kemerdekaan dengan membawa spanduk berisi pesan persatuan dan nasionalisme/foto:ana

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN -Ratusan siswa mengikuti pawai kemerdekaan,(15/08). Mereka berjalan kaki menyusuri jalan sekitar lingkungan sekolah sembari membawa atribut merah putih dan sejumlah spanduk berisi pesan-pesan positif. Kegiatan selain melibatkan ustad dan ustazah serta para orang tua wali murid juga mendapat bantuan pengamanan oleh Unit Lantas dan Bhabinkamtibmas Polsek Banjarmasin Utara.

Spanduk yang dibawa siswa antara lain menyerukan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, kebersihan lingkungan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme. Pesan untuk meneladani Rasulullah SAW juga turut disampaikan.

Pawai dimulai dari sekolah yang berada di Jalan Pangeran, Banjarmasin Utara. Para siswa kemudian bergerak menuju kawasan SMKN 4 Banjarmasin dan berputar di U-turn sebelum kembali ke sekolah yang menjadi titik kumpul.

Kegiatan tersebut bukan sekadar memeriahkan HUT Kemerdekaan. Pihak sekolah juga menjadikannya sebagai sarana pendidikan karakter bagi para siswa.

Usai pawai, kemeriahan berlanjut dengan penampilan kesenian panting. Menariknya, kesenian tradisional tersebut dimainkan oleh siswa yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Selain itu, setiap siswa juga membawa makanan berat atau nasi bungkus dari rumah. Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada warga di sekitar lingkungan sekolah.

Kegiatan berbagi ini dikemas dalam program Jumat Berkah dan Pekan Maulid. Para siswa diajarkan untuk peduli, berbagi dan membantu sesama sejak usia dini.

Kepala MDIM Kindaung 1, Fajrin Husnu Haitami mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut memiliki sejumlah makna penting. Salah satunya menyuarakan persatuan dan mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.

"Pawai ini membawa pesan damai dan menjadi pengikat persaudaraan antarwarga. Anak-anak juga kami ajarkan untuk menyampaikan pesan positif melalui tulisan-tulisan kreatif di spanduk," ujarnya.

Menurutnya, momentum kemerdekaan juga harus diisi dengan kegiatan positif. Para siswa dikenalkan dengan nilai-nilai nasionalisme melalui penggunaan atribut merah putih hingga menyanyikan lagu-lagu wajib nasional.

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa mengisi kemerdekaan bisa dilakukan dengan hal-hal positif. Salah satunya dengan menjaga persatuan, kerukunan dan kebersamaan," tuturnya.

Fajrin menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kegembiraan dalam suasana kemerdekaan. Di sisi lain, kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak hanya dirasakan di lingkungan madrasah, tetapi juga masyarakat sekitar.

"Harapannya kegiatan ini menjadi tradisi positif yang terus dijaga. Anak-anak bisa bergembira, tetapi tetap mendapatkan nilai pendidikan, kebersamaan dan kepedulian kepada sesama," tuturnya.

Salah satu orang tua siswa kelas IV, Eli, mengaku ikut antusias menyaksikan anak-anak mengikuti kegiatan tersebut. Apalagi, putranya turut terlibat setelah pawai memainkan alat musik tradisional panting yang merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Menurut Eli, keterlibatan anaknya dalam kegiatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Selain menyalurkan minat dan bakat, kegiatan ini juga membuat anak-anak lebih percaya diri tampil di hadapan masyarakat.

" Anak-anak terlihat sangat antusias. Dari berangkat saja sudah semangat dan senang sekali mengikuti pawai,"ujarnya.

Ia menilai kegiatan seperti ini penting karena anak-anak tidak hanya diajak merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, tetapi juga belajar mengenai arti persatuan, kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

"Selain senang-senang, mereka juga belajar tentang nasionalisme, kebersamaan dan berbagi dengan orang lain. Sebagai orang tua tentu kami mendukung kegiatan seperti ini,"  katanya.(yln/fsl)


Lebih baru Lebih lama