BANUATODAY.COM BANJARMASIN -Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Firman Yusi mengingatkan, masih rendahnya serapan anggaran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pertengahan Tahun Anggaran 2026.
"Jadi masih terdapat OPD yang realisasi anggarannya hingga Juli 2026 belum mencapai 50 persen. Kondisi tersebut, dinilai menunjukkan pelaksanaan program belum berjalan sesuai perencanaan," katanya saat Rapat Kerja Komisi II DPRD Kalsel bersama Mitra Kerja dalam Rangka Evaluasi Serapan Anggaran Tahun 2026, Selasa (4/8/2026).
Firman Yusi yang juga Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel meminta, seluruh OPD agar segera mengubah pola kerja yang selama ini cenderung menumpuk pelaksanaan program pada akhir tahun anggaran.
Menurutnya, penyusunan timeline kegiatan Tahun Anggaran 2027 harus dilakukan sejak awal tahun agar pelaksanaan program lebih terukur dan penyerapan anggaran dapat berlangsung merata.
"Program harus direncanakan sejak awal tahun, jangan menumpuk di akhir," ungkapnya.
Firman juga mengusulkan, agar pembagian pelaksanaan kegiatan antara Semester I dan Semester II dibuat lebih proporsional.
"Langkah tersebut, dinilai akan memberi ruang bagi pemerintah daerah melakukan penyesuaian melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tanpa mengganggu target program yang telah direncanakan," tuturnya.
Firman pun menegaskan, pihaknyan akan terus mengawal pelaksanaan APBD agar setiap anggaran digunakan sesuai jadwal, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Targetnya sederhana, anggaran terserap tepat waktu dan hasilnya segera dirasakan masyarakat," jelasnya.(yln/rdh)

