JUARA : Tim SSB Junior 2000 saat merayakan gelar juara Soeratin U15 tingkat Provinsi Kalsel./foto:pssitalaBANUATODAY.COM,PELAIHARI- SSB Junior 2000 keluar sebagai juara Piala Soeratin U-15 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026. Gelar juara diraih setelah mengalahkan SSB Haus Soccer melalui drama adu penalti.
Final Piala Soeratin U-15 Kalsel berlangsung di Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, Minggu (30/8/2026) sore. Pertandingan mempertemukan SSB Haus Soccer dengan SSB Junior 2000. Keduanya berasal dari Banjarmasin.
Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga waktu normal berakhir. Pemenang pun harus ditentukan melalui babak adu penalti.
Dalam drama tos-tosan tersebut, SSB Junior 2000 akhirnya menang dengan skor 5-4. Penendang terakhir Haus Soccer gagal menjalankan tugasnya sehingga memastikan Junior 2000 menjadi juara.
Anggota Executive Committee (Exco) PSSI Provinsi Kalsel, H Sukamta, bersyukur pelaksanaan Piala Soeratin 2026 Zona Kalsel berjalan lancar. Kompetisi tersebut mempertandingkan tiga kelompok umur, yakni U-13, U-15, dan U-17.
"Alhamdulillah kompetisi berjalan lancar dan sudah menghasilkan wakil Kalsel di tiga kelompok umur. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh SSB yang berpartisipasi pada kompetisi ini," katanya, Senin (31/8/2026).
Para juara dari masing-masing kelompok umur nantinya akan menjadi wakil Kalsel pada ajang Piala Soeratin tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Sementara itu, Pelatih SSB Junior 2000, Ronivon De Carvalho atau yang akrab disapa Ronnie Carvalho, memuji semangat anak asuhnya sepanjang pertandingan. Ia juga mengapresiasi penampilan Haus Soccer.
"Saya senang anak-anak tampil penuh semangat sehingga mampu menjadi juara," ujarnya.
Menurut Ronnie, pertandingan tersebut menunjukkan bahwa Kalsel memiliki banyak bibit pesepakbola muda yang potensial. Ia menilai talenta-talenta tersebut tinggal mendapatkan pembinaan yang lebih serius.
"Ini menunjukkan bibit-bibit pemain lokal Kalsel sangat potensial. Tinggal bagaimana membina mereka saja lagi," tuturnya.
Pelatih asal Brasil itu berharap seluruh daerah di Kalsel turut aktif melakukan pembinaan pemain usia muda. Menurutnya, pembinaan yang baik akan membuat pemain lokal mampu bersaing dengan talenta dari daerah lain.
Terkait persiapan menghadapi ajang nasional, Ronnie mengaku sudah berkomunikasi dengan tim pelatih. Evaluasi dan penyusunan program latihan akan segera dilakukan.eo
"Saya tadi sudah berbicara dengan tim pelatih mengenai persiapan ke depannya, terutama segera melakukan evaluasi dan menyusun program," katanya.
Ronnie menegaskan SSB Junior 2000 tidak ingin sekadar menjadi pelengkap saat tampil di tingkat nasional. Karena itu, persiapan matang akan dilakukan, termasuk menentukan pemain yang akan dibawa.
"Kami tidak ingin hanya datang dan cepat kembali," tegasnya. (yan/fsl)
