INVESTASI ; Gubernur Kalsel H Muhidin saat melihat langsung 15 proyek investasi yang ditawarkan di Pamor Borneo 2026/foto:nazaBANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Pada Pamor Borneo 2026 yang baru dibuka Gubernur Kalsel H Muhidin Jumat (07/08) di FUGO Hotel ,menawarkan 15 proyek investasi strategis yang bisa menarik investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menyampaikan,Pamor Borneo yang telah terselenggara sejak tahun 2020 ini merupakan langkah konkret untuk memperkenalkan potensi ekonomi Kalimantan Selatan sekaligus mendorong sektor UMKM, investasi, dan digitalisasi pembayaran di Kalimantan Selatan.
Ia juga turut menyoroti komitmen Pemerintah Pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional 8%, yang menjadi peluang besar bagi Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, untuk berperan sebagai gerbang logistik nasional.
“Kami mengharapkan agar semangat sinergi dan kolaborasi dapat terus terjalin untuk visi Kalimantan Selatan makmur, sejahtera, dan berkelanjutan,” ungkapnya usai meninjau langsung proyek investasi yang ditawarkan di stand investasi yang dihadirkan di Pamor Borneo 2026.
Ia pun berharap proyek investasi yang ditawarkan di Pamor Borneo 2026 ini bisa langsung mendapat investor, sehingga bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.
Sementara itux Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman dalam keynote speech menyampaikan, dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, terdapat tantangan yang tidak mudah, sehingga diperlukan sinergi dan komitmen untuk membangun Kalimantan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, dibutuhkan sinergi yang disertai dengan niat yang mulia serta memastikan manfaat bagi masyarakat Indonesia secara luas. Kami mengapresiasi atas sinergi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk terus bersama-sama melakukan sinergi dan berbagai inisiatif bersama Bank Indonesia untuk mendukung pencapaian tujuan kita bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.
Selain investasi, dibidang perdagangan pada Pamor Borneo 2026 juga telah diperoleh komitmen kerja sama perdagangan antara UMKM dengan Usaha Perhotelan di Kalimantan Selatan senilai Rp 100 juta dan potensi realisasi fasilitasi akses kredit/pembiayaan kepada UMKM mencapai lebih dari Rp 6,2 miliar untuk mengembangkan skala usaha dan memperluas akses pasar. (naz/fsl)
