BANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Salah satu investasi yang menarik hadir di Pamor Borneo 2026 adalah investasi Pabrik Pengalengan Bandeng di Batulicin Tanah Bumbu.
Dengan investasi senilai Rp254 miliar, pabrik ini akan mampu balik hasil sekitar 4 tahunan berdasarkan perhitungan dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Tanah Bumbu.
Mahrita Sari Penata kelola penanaman modal dari DPMPT Tanah Bumbu yang menjadi perwakilan di Pamor Borneo menjelaskan, potensi budidaya ikan Bandeng di Tanah Bumbu mencapai 3000 ton per tahunnya.
"Selama ini petani hanya menjual bandeng beku ke luar daerah, karena itulah lewat Pabrik Pengalengan maka pasarnya akan bisa ke luar negeri," ucapnya.
Ada dua produk yang akan ditawarkan yaitu pengalengan bandeng dalam bentuk sarden dan juga bandeng presto yang pasarnya masih sangat terbuka.
"Untuk pasar sudah di kaji yaitu 60 persen luar negeri dan 40 persen dalam negeri," jelasnya lagi.
Di Pamor Borneo ini ada dua investor yang rencana akan melakukan penjajakan yaitu dari luar negeri dan satu dari dalam negeri
"Mohon doa bisa ada yang gol, karena ini akan berdampak pada ekonomi masyarakat terutama petani tambak Bandeng di Tanah Bumbu," imbuhnya.(naz/fsl)

