Trending

TPA Basirih Dikebut,Ditarget November Harus Beres

 

TPA: Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin bersama Kepala Dinas PUPR Chandra Iriandy meninjau progres pengerjaan sejumlah infrastruktur di TPA Basirih/foto:ana

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin terus mengebut pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih . Tahun ini, Pemko Banjarmasin mengerjakan tiga proyek utama sebagai bagian dari pemenuhan rekomendasi Kementerian.

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Chandra Iriandy mengatakan, tiga pekerjaan tersebut meliputi saluran pemisah air lindi dan air hujan, pembangunan kolam wetland, serta dinding penahan tanah atau tanggul.

“Ini salah satu rekomendasi dari Kementerian. Tahun ini kita ada tiga pekerjaan di sini,” ujarnya, Rabu (27/8/2026).

Untuk saluran pemisah air lindi dan air hujan, kebutuhan keseluruhan mencapai sekitar 2,5 kilometer. Namun, tahap pertama yang dikerjakan tahun ini sepanjang 700 meter.

"Panjangnya sekitar 2,5 kilometer. Tahun ini tahap pertama dilaksanakan sepanjang 700 meter. Artinya, masih memerlukan sekitar tiga perempatnya lagi,” jelas Chandra.

Sisa pekerjaan tersebut rencananya dilanjutkan tahun depan. Tentunya dengan menyesuaikan kemampuan anggaran dan persetujuan DPRD Kota Banjarmasin.

Saluran ini nantinya berfungsi memisahkan air lindi dari air hujan. Dengan begitu, air yang masuk ke sistem pengolahan bisa ditangani sesuai peruntukannya dan tidak mencemari lingkungan.

Selain itu, Pemko membangun kolam wetland. Fasilitas ini menjadi bagian dari proses penyaringan sebelum air hasil pengolahan dialirkan kembali ke lingkungan.

“Wetland ini nanti ada dua bagian. Yang pertama untuk sedimentasi. Jadi lumpur mengendap dulu, kemudian air di atasnya mengalir ke IPAL. Setelah itu masuk ke wetland untuk proses penyaringan terakhir,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Perkim Kota Banjarmasin ini menyebut progres pembangunan wetland maupun saluran air lindi saat ini masih sekitar 5 persen. Khusus saluran air lindi, sejumlah material masih dalam proses produksi di pabrik.

Meski begitu, pihaknya memasang target seluruh pekerjaan rampung sebelum Desember.

“Insyaallah target kita semua selesai pada November, sebelum Desember,” tegasnya.

Pekerjaan ketiga yakni pembangunan dinding penahan tanah atau tanggul. Infrastruktur tersebut berfungsi menahan timbunan sampah yang sudah ditutup agar tidak bergerak dan mengalir ke sungai di sekitar kawasan TPA.

“Untuk dinding penahan tanah atau tanggul itu anggarannya sekitar Rp1 miliar. Ini untuk menahan sampah yang sudah ditutup atau ditimbun, sehingga tidak lagi mengalir ke sungai,” katanya.

Dari sisi anggaran, pembangunan saluran pemisah air lindi dan air hujan dialokasikan sekitar Rp4 miliar. Kemudian pembangunan wetland sekitar Rp3 miliar dan dinding penahan tanah atau tanggul sekitar Rp1 miliar.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri melihat penyelesaian tiga pekerjaan tersebut menjadi bagian penting agar fasilitas di TPA Basirih nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal. Sebab pembenahan tersebut menjadi salah satu syarat untuk mendukung pembukaan kembali TPA Basirih.

“Harapannya, ke depan ini benar-benar bisa dimanfaatkan sehingga menjadi salah satu syarat agar TPA Basirih bisa dibuka kembali,” pungkasnya.

Politisi Golkar ini melihat progres pengerjaanya sudah cukup berjalan dengan baik.

“Dari progres yang ada, kami melihat pekerjaannya berjalan cukup baik dan cepat. Kami berharap pekerjaan ini bisa segera diselesaikan,” tutup Rikval.(yln/rdh)

Lebih baru Lebih lama