Trending

15 Ribu Masker dari AGM Disiapkan untuk Warga HSS

 

MASKER ;Pembagian masker yanng dilakukan PT AGM/foto: agm

BANUATODAY.COM,KANDANGAN-Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla0 di Hulu Sungai Selatan (HSS) masih terasa, untuk itulah PT Antang Gunung Meratus (AGM) membantu dengan memberikan 15 ribu masker untuk warga HSS.

Ketua PMI Kabupaten HSS, Salahuddin, mengatakan tiga wilayah Daha dan Kecamatan Kalumpang termasuk kawasan yang terdampak kabut asap. Kondisi tersebut membuat masker diperlukan, terutama bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah.

“Solusinya mereka menggunakan masker supaya lebih sehat,” ujarnya.

Untuk membantu kebutuhan tersebut, PMI bersama BPBD HSS, Tagana, dan Kerukunan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) mendapat dukungan 15 ribu masker dari PT Antang Gunung Meratus (AGM) bersama PT Dwima Intiga.

Salahuddin mengatakan masker akan didistribusikan ke wilayah yang kondisi kabut asapnya cukup pekat.

“Masker ini melalui koordinator BPBD tentu akan kita bagikan ke daerah-daerah yang paling terdampak,” katanya.

Pembagian masker dilakukan secara bertahap. Selain untuk masyarakat, bantuan juga mencakup masker respirator double filter yang diperuntukkan bagi petugas dan relawan yang melakukan pemadaman karhutla.

Corporate Social Responsibility (CSR) Section Head PT AGM, Widharto Ali, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan dalam menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.

“Sebagaimana kita ketahui, wilayah Kalimantan Selatan beberapa bulan belakangan mengalami musim kemarau ekstrem yang salah satunya mengakibatkan karhutla dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Selain bantuan masker, PT AGM bersama PT Dwima Intiga sebelumnya juga memberikan dukungan sarana dan prasarana pemadaman kepada kelompok masyarakat dan BPK.

Perusahaan juga mendukung pembinaan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), termasuk sosialisasi pencegahan karhutla bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai.

“PT AGM juga bersama PT Dwima Intiga aktif membantu pemadaman karhutla di wilayah-wilayah terdampak kebakaran,” katanya.

Widharto mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, relawan, dan pihak swasta.(Frz/fsl)


Lebih baru Lebih lama