PROGRAM : Program KB diperkuat untuk menyiapkan keluarga dan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045./foto::anaBANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Ternyata program Keluarga Berencana (KB) bukan sekadar mencegah kehamilan. Di balik pengaturan jumlah dan jarak kelahiran, masa depan generasi menuju Indonesia Emas 2045 ikut dipertaruhkan.
Kabid KB DPPKBPM Kota Banjarmasin, Rimalia, mengatakan KB merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas. Keluarga perlu merencanakan pernikahan, kehamilan, jumlah anak hingga pola pengasuhan.
“KB bukan hanya penggunaan alat kontrasepsi, tetapi merencanakan kehidupan keluarga dan menyiapkan sumber daya manusia berkualitas,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, bonus demografi tidak otomatis menjadi bonus pembangunan. Anak-anak yang lahir hari ini akan menjadi generasi produktif pada 2045. Karena itu, mereka harus tumbuh sehat, mendapat pengasuhan dan pendidikan yang baik.
“Bonus demografi harus dipersiapkan melalui keluarga yang berkualitas,” tegasnya.
Rima, sapaannya menyebut indikator KB antara lain TFR, mCPR, unmet need, angka putus pakai kontrasepsi dan kualitas pelayanan. Namun, keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah pengguna kontrasepsi.
Di Banjarmasin, tantangannya antara lain mobilitas penduduk, kesibukan kerja, perubahan pola hidup, serta masih adanya pasangan usia subur yang belum menggunakan kontrasepsi karena khawatir efek samping atau kurang informasi.
Karena itu, DPPKBPM mendorong strategi jemput bola berbasis data melalui KIE, konseling, pelayanan kesehatan, serta penguatan peran penyuluh dan kader.
“Kami tidak hanya datang dan melayani, tetapi mendekati, memahami, mengedukasi, kemudian menghubungkan dengan pelayanan,” katanya.
Edukasi Bangga Kencana juga diperluas ke perguruan tinggi. Mahasiswa dinilai perlu memahami kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan dan perencanaan keluarga sejak dini.
“Anak yang kita lahirkan hari ini adalah SDM yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045,” pungkas Rima.(Yln/rdh)
