Trending

Bupati Banjar Saidi Mansyur Kenang Sosok Rudy Arifin

 

 ULAMA: Potret kebersamaan almarhum H Rudy Ariffin (tengah, berpeci hitam) saat duduk berdampingan dengan para ulama karismatik/foto:dok

BANUATODAY.COM,MARTAPURA :Kepergian mantan Bupati Banjar sekaligus Gubernur Kalimantan Selatan dua periode, H Rudy Ariffin, meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak. Rasa kehilangan tersebut turut dirasakan oleh Bupati Banjar saat ini, H Saidi Mansyur.

Ia menyampaikan belasungkawa mewakili jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Banjar.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang Bapak H Rudy Ariffin. Beliau mantan bupati dan mantan gubernur juga dua periode," ucap Saidi Mansyur,Usai mengikuti pelaksanaan salat fardhu kifayah.

Bagi Saidi, kepergian mantan Bupati Banjar dan Gubernur Kalsel dua periode itu bukan sekadar hilangnya seorang tokoh daerah, melainkan pulangnya seorang guru dan panutan.

Saat ditanya mengenai kenangannya terhadap almarhum, memori Saidi langsung tertuju pada satu pembawaan khas H Rudy Ariffin yang paling melekat di benaknya.

"Yang paling saya ingat, beliau orangnya santai, namun tetap tegas," kenang Saidi.

Pembawaan yang santai itu, menurut Saidi, bukanlah bentuk ketidakseriusan. 

Sebaliknya, hal itu mencerminkan ketenangan seorang pemimpin yang telah matang oleh pengalaman. 

Kesantunan dan keramahan yang selalu mengiringi langkah almarhum membuat siapa saja merasa nyaman berada di dekatnya.

Bagi pimpinan daerah generasi muda seperti Saidi Mansyur, rekam jejak Rudy Ariffin adalah sebuah buku pelajaran terbuka.

 Ada ikatan masa lalu yang membuat Saidi merasa begitu dekat secara emosional dengan almarhum.

"Dulu kan kita satu partai. Tentu banyak sekali hal yang diajarkan oleh beliau, terutama tentang bagaimana menjalankan roda pemerintahan," ungkapnya.

Rudy Ariffin bukan hanya mewariskan bangunan fisik atau kebijakan selama menjabat, tetapi juga mewariskan tata krama dalam memimpin.

"Perilaku dan sikap beliau ini menjadi teladan bagi kami selaku pimpinan daerah. Apapun yang menjadi peninggalan baik beliau, tentu kita sebagai regenerasi harus mengikuti jejak beliau dengan baik," tambah Saidi.

Ada satu hal lagi yang membuat kepergian H Rudy Ariffin dirasa sangat menyesakkan dada masyarakat Kabupaten Banjar. Almarhum dikenal memiliki tempat istimewa di hati para alim ulama.

Bukan rahasia lagi bahwa Martapura yang lekat dengan julukan "Kota Serambi Mekkah" sangat menjunjung tinggi sinergi antara umara (pemimpin) dan ulama. 

Dan Rudy Ariffin, di mata Saidi, adalah salah satu sosok yang berhasil merawat keharmonisan itu.

"Kedekatan beliau dengan para ulama, para tokoh agama, dan masyarakat di Kabupaten Banjar ini sungguh luar biasa. Hari ini, kita benar-benar sangat kehilangan," tuturnya lirih.

Kini, sosok pemimpin yang santai dan ramah itu telah berpulang, menyelesaikan masa baktinya di dunia. Dari pelataran Masjid Al-Karomah, Saidi mengiringi kepergian sang teladan dengan doa terbaik.

"Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Banjar, kami mendoakan beliau. Semoga segala kekhilafan almarhum diampuni oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan," pungkasnya, sebelum jenazah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Bahagia, Banjarbaru.(Yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama