Trending

DJ Katty Butterfly Ungkap Dugaan Ancaman dan Tuntutan Rp146,5 Juta Usai Batal Tampil di Bandung

PERSOALAN: Dj Katty Butterfly/Foto Instagram dj_kattybutterflt36


BANUATODAY.COM, BANDUNG – DJ asal Thailand, Katty Butterfly, mengungkap persoalan yang dialaminya dengan salah satu klub malam di Bandung, Jawa Barat. Konflik tersebut bermula setelah dirinya membatalkan penampilan pada 9 April 2026 karena kondisi kesehatan yang memburuk, Jumat (4/9/2026).

Katty menjelaskan, saat itu dirinya tetap berangkat ke Bandung meski kondisi tubuh sedang tidak fit. Namun, setelah tiba di lokasi, kondisi kesehatannya semakin menurun sehingga tidak memungkinkan untuk tampil.

Perwakilan manajemen Katty Butterfly, Ika, mengatakan pihaknya telah berupaya agar jadwal pekerjaan tetap dapat dijalankan. Namun, kondisi kesehatan Katty membuat penampilan tersebut akhirnya tidak bisa dilanjutkan.

“Kami ada event di Bandung di salah satu club pada 9 April 2026. Katty dan kami berangkat memang sudah dalam kondisi kurang enak badan,” kata Ika dalam konferensi pers di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).

Menurut Ika, manajemen kemudian menyampaikan kepada pihak klub bahwa Katty tidak dapat tampil dan membutuhkan perawatan medis. Namun, persoalan tersebut disebut berkembang karena pihak klub masih meminta agar Katty tetap hadir di lokasi.

Bahkan, menurut keterangan Ika, sempat muncul opsi agar road manager Katty mengambil alih penampilan sementara Katty berada di sampingnya agar para tamu tetap dapat melihat kehadiran sang DJ.

“Bahkan ada permintaan dari pihak outlet, ‘Boleh gak roadman-nya saja yang main, tapi Katty-nya di sampingnya biar tamu-tamu lihat aja ada dia’, gitu. Atau bahkan sampai dibilang ‘Pura-pura pingsan aja’. Itu saya langsung bilang gak mungkinlah,” ujar Ika.

Manajemen kemudian meminta agar Katty segera dibawa ke rumah sakit. Namun, menurut mereka, perjalanan menuju rumah sakit sempat diarahkan terlebih dahulu ke klub karena pihak pengelola ingin memastikan kondisi kesehatan Katty.

Setibanya di lokasi, kondisi Katty disebut sangat lemah. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit di Bandung untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Persoalan berlanjut pada pembahasan mengenai konsekuensi pembatalan penampilan. Pihak manajemen Katty menyebut mereka bersedia menyelesaikan kewajiban sesuai ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja sama.

Namun, menurut pihak Katty, muncul tuntutan ganti rugi sebesar Rp146,5 juta. Nilai tersebut disebut jauh lebih besar dibandingkan fee awal dalam kontrak yang menurut manajemen Katty sebesar Rp45 juta.

“Pokoknya nilainya jadi Rp146,5 juta dari nilai fee. Itu pertama kita udah minta terus mereka bilang itu dari owner, mereka gak mau. Gak mau reschedule, gak mau apa-apa, tapi dia cuma mau dua kali lipat,” jelas Ika.

Di tengah persoalan tersebut, Katty juga mengaku mendapatkan perlakuan yang membuat dirinya merasa tertekan dan tidak nyaman. Pihaknya kemudian menyebut adanya dugaan ancaman dalam konflik dengan pengelola klub tersebut.

Katty menegaskan dirinya sebenarnya ingin persoalan tersebut diselesaikan secara baik-baik. Namun, jika pihak klub memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum, ia menyatakan siap menghadapinya.

“Sebenarnya aku juga mau semua baik-baik saja ya, tapi ini sesuai permintaan owner mau bawa ke hukum, aku juga ikutin saja karena itu benar-benar rasa sekarang aku benar-benar gak nyaman,” ujar Katty.

Sementara itu, persoalan antara kedua pihak hingga kini masih didasarkan pada keterangan masing-masing pihak. Belum terdapat putusan hukum yang menyatakan adanya tindak pemerasan maupun pengancaman sebagaimana yang diklaim pihak Katty.

Katty melalui klarifikasi tersebut berharap persoalan yang terjadi dapat menjadi perhatian terhadap pentingnya profesionalisme, penghormatan terhadap kondisi kesehatan pekerja seni, serta kepatuhan terhadap kesepakatan dalam kontrak kerja sama di industri hiburan. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama