Trending

Dorong Mustahik Naik Kelas, BAZNAS Banjarmasin Salurkan Bantuan Modal Rp53 Juta untuk 25 UMK

 

BANTUAN : BAZNAS Banjarmasin Salurkan Bantuan Modal Rp53 Juta untuk 25 UMK/foto:naza

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin bersinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perekonomian umat. Hal ini diwujudkan dengan menyalurkan bantuan modal dan unit usaha kepada 25 pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) dengan total nilai mencapai Rp53 juta.

Penyerahan bantuan tersebut dilangsungkan di Sekretariat Bersama Khatib Dayyan, Banjarmasin, pada Kamis (24/9/2026). 

Program ini menjadi bukti bahwa BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan yang bersifat konsumtif bagi kaum duafa, tetapi juga mendayagunakan para penerima zakat (mustahik) agar mampu mandiri secara ekonomi.

Wakil Ketua II BAZNAS Kota Banjarmasin, Nortajidi , menjelaskan bahwa 25 UMK penerima bantuan hari ini adalah mereka yang telah lolos seleksi ketat dari ratusan permohonan yang masuk.

"Para penerima bantuan ini telah melewati tahap verifikasi administrasi dan survei lapangan secara langsung. Bantuan modal usaha yang diberikan nominalnya bervariasi, mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta per orang, menyesuaikan dengan kebutuhan usaha mereka," ujar Nor Tajidi.

Lebih lanjut, Tajidi memaparkan bahwa penyaluran ini tergabung dalam program "BAZNAS Banjarmasin Sejahtera". Program ini secara khusus menyasar masyarakat duafa yang tercatat dalam data kemiskinan desil satu hingga tiga agar bisa lebih berdaya guna dalam menjalankan roda perekonomian keluarga.

"Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga akan ada pembinaan rutin. Harapannya, mereka yang saat ini berstatus sebagai mustahik atau penerima zakat, kelak usahanya bisa berkembang dan naik kelas menjadi muzaki atau pemberi zakat," tambahnya.

Bantuan ini pun disambut penuh haru dan syukur oleh para penerima manfaat. 

Bahrani, salah seorang penerima bantuan yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh angkut di pelabuhan, mengaku bantuan ini menjadi angin segar di tengah kondisi ekonominya yang tak menentu.

Bahrani menuturkan, pekerjaannya sebagai buruh angkut tidak bisa diandalkan setiap hari. Dalam seminggu, ia maksimal hanya bisa bekerja selama empat hari sehingga penghasilannya kerap tidak mencukupi kebutuhan keluarga.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekali atas  bantuan unit usaha kopi keliling ini, “tutur Bahrani.(Naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama