Trending

Gepprek Pedes Reborn Dorong Desa di Tapin Jadi Penggerak Ekonomi

 

DORONG :Perekonomian di desa terus didorong, Dinas PMD Tapin hadirkan inovasi Gepprek Pedes Reborn/Foto Dinas PMD Tapin

BANUATODAY.COM,RANTAU – Pemkab Tapin terus mendorong pengembangan ekonomi pedesaan di Kabupaten Tapin . Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapin menghadirkan inovasi GEPPREK PEDES REBORN untuk memperkuat tata kelola, usaha ekonomi desa hingga membangun ekosistem perekonomian yang lebih mandiri.

Kepala Bidang Pembangunan, Pengembangan Usaha Perekonomian Desa Dinas PMD Tapin, Iwan Satriansyah, mengatakan GEPPREK PEDES REBORN merupakan bagian dari Aksi Perubahan Kinerja Organisasi, dan didukung Kepala Dinas PMD Tapin

Inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas implementasi Gerakan Pembangunan dan Pengembangan Usaha Perekonomian Pedesaan, khususnya dalam pengembangan usaha ekonomi desa.

“GEPPREK PEDES REBORN hadir sebagai respons terhadap kebutuhan untuk memperkuat tata kelola, koordinasi, pendampingan, serta pengembangan usaha ekonomi desa agar mampu memberikan kontribusi yang lebih nyata terhadap kemandirian dan penguatan ekonomi masyarakat pedesaan,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Menurut Iwan, melalui inovasi tersebut desa tidak lagi ditempatkan hanya sebagai penerima program. Desa justru didorong menjadi aktor utama dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Pendekatan itu dilakukan dengan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kelembagaan ekonomi desa, pelaku usaha hingga pemangku kepentingan lainnya.

Dengan kolaborasi tersebut, pengembangan usaha ekonomi desa diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri. Melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang saling terhubung dan mendukung.

Iwan menjelaskan, salah satu perubahan yang ingin dibangun melalui GEPPREK PEDES REBORN adalah pola kerja. Dari sebelumnya lebih berorientasi administratif, menjadi lebih kolaboratif, terarah, terukur dan berkelanjutan.

Artinya, pembangunan ekonomi desa tidak cukup hanya dengan membentuk kelembagaan usaha. Namun harus dilanjutkan dengan pengembangan unit usaha, peningkatan kapasitas pengelola, pemanfaatan potensi lokal dan penciptaan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan ekonomi desa tidak hanya dilihat dari keberadaan kelembagaan usaha, tetapi juga dari kemampuan kelembagaan tersebut untuk tumbuh, beradaptasi, membangun kemitraan dan memberikan manfaat ekonomi bagi desa,” jelasnya.

Salah satu perhatian utama dalam inovasi tersebut adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

BUMDesa diharapkan mampu menjadi wadah untuk mengelola potensi dan aset desa secara produktif sekaligus menjadi penggerak kegiatan ekonomi masyarakat

Penguatan dilakukan melalui peningkatan tata kelola, pengembangan unit usaha, kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan data, hingga perluasan jejaring dan kemitraan.

Dengan begitu, BUMDesa diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi berkembang menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Iwan menambahkan, keberlanjutan GEPPREK PEDES REBORN sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak.

Pemerintah daerah berperan memberikan arah kebijakan, fasilitasi, pembinaan dan pendampingan. Sementara pemerintah desa bersama pengelola BUMDesa menjadi pelaksana utama pengembangan usaha di tingkat desa.

Di sisi lain, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dapat membuka peluang kemitraan sekaligus memperluas akses pasar.

“Sinergi tersebut diharapkan menciptakan hubungan yang saling menguatkan sehingga potensi ekonomi desa dapat dikembangkan secara lebih optimal,” katanya.

Melalui GEPPREK PEDES REBORN, Dinas PMD Tapin menargetkan pembangunan ekonomi pedesaan mampu menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.

Orientasinya bukan sekadar menghasilkan kegiatan, tetapi membangun kinerja, kelembagaan, usaha dan ekosistem ekonomi desa yang mampu berkembang secara mandiri.

Inovasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong desa agar lebih adaptif terhadap perubahan, berbasis potensi lokal dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“GEPPREK PEDES REBORN diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pembangunan dan pengembangan usaha perekonomian pedesaan di Kabupaten Tapin,” pungkas Iwan.(Frz/fsl)

Lebih baru Lebih lama