MAHAL : Harga daging ayam yang makin mahal membuat masyarakat mengurangi kebutuhan ayam ras/foto :nazaBANUATODAY.COM,BANJARMASIN- Kenaikan harga kebutuhan dapur di pasar kembali dirasakan masyarakat. Sebelumnya harga cabai bergerak naik, kini harga ayam potong juga ikutan.Hal ini membuat pedagang maupun pembeli harus kembali menyesuaikan pengeluaran.
Di Pasaran Ahad Kertak Hanyar , harga ayam potong ukuran paling besar yang sebelumnya sekitar Rp50 ribu per ekor, kini mencapai Rp60 ribu. Sementara ayam ukuran sedang berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per ekor.
Ati pedagang ayam potong mengatakan kenaikan harga sudah dirasakan dalam sepekan terakhir, kondisi harga ayam ini memang semakin mahal di banding beberapa bulan lalu.
Salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi peternakan adalah cuaca panas ekstrem yang membuat peternak harus memberikan pemeliharaan ekstra terhadap ayam.
“Sudah sekitar sepekan terakhir harga ayam merambat naik. Kita menjual menyesuaikan harga ambilan dari perusahaan, saat ini memang ada kenaikan,” ujarnya, Kamis (03/09)
Kenaikan harga ternyata membuat permintaan masyarakat juga kurang stabil. Dalam sehari, dagangan terkadang habis terjual, namun pada hari lainnya masih menyisakan ayam.
Sari salah satu pengusaha rumah makan mengaku, sehari-hari membutuhkan ayam sebagai salah satu bahan utama dagangannya.
"Biasanya sehari kita membutuhkan 10 sampai 15 kilo, sekarang kami kurangi karena harga yang mahal," ungkapnya lagi
Ia mengaku kenaikan harga ayam mulai membuatnya harus lebih cermat menghitung biaya produksi.
“Memang harga ayam potong mengalami kenaikan. Mudahan cukup harga tertinggi Rp60 ribu, jangan sampai naik lagi,” harapnya.
Kenaikan harga ayam ia harus memilih antara menaikkan harga jual kepada pelanggan atau mengurangi ukuran porsi.
“Kalau naik terus bikin ribet. Harus hitung-hitung, memotong daging ayamnya supaya jangan sampai menaikkan harga kepada pelanggan,” imbuhnya.(Naz/fsl)
