BANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Disbudporapar Banjarmasin meniadakan enam event hiburan dalam rangkaian Harjad ke-500 Kota Banjarmasin. Keputusan diambil sebagai bentuk empati atas rentetan musibah, termasuk gempa Flores, karhutla di Kalimantan, dan musibah KM Virgo Transport 8. Anggaran kegiatan yang dibatalkan dikembalikan kepada TAPD dan tidak dialihkan untuk kegiatan lain
Perayaan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin tahun ini dipastikan berlangsung tanpa sejumlah agenda hiburan. Enam event yang sebelumnya masuk dalam rangkaian kemeriahan lima abad Kota Banjarmasin resmi ditiadakan.
Keputusan tersebut diambil Pemko Banjarmasin sebagai bentuk empati dan solidaritas atas peristiwa musibah yang terjadi di sejumlah daerah.
Mulai dari gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, hingga musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Ibnu Sabil mengatakan, enam event yang ditiadakan yakni Phoria Musik, Cangkurah, Banjarmasin International Ekraf Festival (BIEF), Festival Jukung Hias Tanglong, Banjarmasin Art Week (BAW), dan Festival Kuliner.
“Hal ini baik diambil, karena lagi di masa berduka seperti ini, rasa empati perlu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Disbudporapar Banjarmasin, Jumat (21/9/2026).
Ibnu menegaskan, pihaknya mendukung penuh keputusan Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR untuk meniadakan kegiatan yang bersifat hiburan dan kemeriahan.
Dijelaskan bahwa, keputusan tersebut juga sudah dibahas secara internal. Selanjutnya, pihaknya akan mensosialisasikan pembatalan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam enam kegiatan tersebut.
Pembatalan ini tentu mengejutkan sejumlah peserta. Sebab, persiapan untuk mengikuti berbagai event Harjad ke-500 sudah dilakukan sejak jauh hari.
Namun, kondisi duka akibat sejumlah musibah menjadi pertimbangan utama pemerintah. Ibnu berharap masyarakat, khususnya peserta kegiatan, dapat memahami keputusan tersebut.
“Semuanya sebenarnya menginginkan momen Harjad ke-500 tahun ini dengan meriah. Tapi dengan kondisi yang ada ini, sangat tepat dengan statement yang disampaikan oleh Wali Kota Banjarmasin,” jelasnya.
Tak hanya event yang dibatalkan. Anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk kegiatan hiburan tersebut juga tidak dialihkan untuk kegiatan lain.
Ibnu memastikan anggaran enam event yang ditiadakan dikembalikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Dengan adanya pembatalan dan hal-hal sebagainya, anggaran tentunya kami kembalikan ke TAPD dan itu tidak digunakan untuk yang lain,” tegasnya.
Dengan demikian, perayaan lima abad Banjarmasin tetap berjalan dengan agenda yang tidak terdampak keputusan tersebut. Namun, sejumlah kegiatan yang bernuansa hiburan dan kemeriahan harus ditiadakan sebagai bentuk penghormatan terhadap kondisi duka akibat berbagai musibah.(Yln/fsl)

