| GAGAL :Tanaman padi petani di Sungai Rutas anjlok/foto:istimewa |

Salah seorang petani, Bahrani (46), mengatakan dirinya menanam padi di lahan seluas sekitar satu hektare. Meski tanaman sempat tumbuh, hasil yang diperoleh jauh dari harapan.
“Secara garis besar gagal, karena kekeringan di musim kemarau ini. Memang ada yang tumbuh, tetapi hasilnya tidak maksimal,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (11/09).
Untuk menggarap lahan tersebut, Bahrani mengeluarkan modal lebih dari Rp5 juta. Ironisnya, modal itu sebagian diperoleh dengan cara berutang kepada tetangga.
Dengan kondisi hasil panen yang minim, ia memperkirakan modal yang dikeluarkan tidak akan kembali sepenuhnya.
“Modalnya sekitar Rp5 juta lebih. Itu pun saya harus berutang dengan tetangga. Kemungkinan dari hasil ini tidak balik modal,” katanya.
Bahrani menyebut, hasil panen tahun ini sekitar 25 persen lebih sedikit saja. Setelah dikurangi berbagai kebutuhan dan biaya.
Menurutnya, hasil tersebut masih jauh dari yang diharapkan untuk menutup biaya produksi sekaligus menjadi pendapatan bagi keluarga.
Kondisi yang dialaminya juga bukan persoalan seorang diri. Bahrani menyebut hampir rata-rata petani di wilayah tersebut merasakan dampak yang sama akibat kekeringan.
“Bukan hanya saya, hampir rata-rata petani di sini juga merasakan hasil panennya berkurang,” ungkapnya.
Di tengah kondisi tersebut, Bahrani berharap ada perhatian dan bantuan bagi petani yang terdampak. Bantuan tersebut dinilai dapat sedikit meringankan beban petani untuk menghadapi musim tanam berikutnya.
Ia berharap pemerintah dapat membantu kebutuhan pertanian, mulai dari obat-obatan, pupuk hingga bibit.
“Mudah-mudahan ada bantuan untuk meringankan beban, baik obat, pupuk maupun bibit,” harapnya.
Kekeringan yang berdampak terhadap hasil panen ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Terlebih, ketika biaya produksi terus dikeluarkan sementara hasil yang didapat belum mampu menutup modal.
Bagi petani seperti Bahrani, dukungan terhadap sarana produksi menjadi penting agar kerugian akibat musim kemarau tidak terus berlanjut pada musim tanam berikutnya.(Frz/fsl)
Tags:
Ragam
