Trending

Hujan Turun di Banjarmasin, Ini Penjelasan BMKG Kalsel

 

HUJAN : Hujan turun setelah gerimis sejak sekitar pukul 14.50 Wita di Banjarmasin/foto:naza

BANUATODAY.COM, BANJARMASIN  - Hujan deras akhirnya mengguyur sebagian wilayah Kota Banjarmasin, Jumat (25/09) petang. Turunnya hujan menjadi pemandangan yang ditunggu warga di tengah cuaca panas, kabut asap, dan kondisi air leding yang masih terasa asin di sejumlah kawasan.

Di Kayu Tangi, Banjarmasin Utara, hujan diawali gerimis sekitar pukul 14.50 Wita. Tak lama kemudian, hujan turun lebih deras dan disertai petir.

Bagi masyarakat hujan adalah hal yang paling dinanti, merekapun beramai ramai mengabadikan hujann yang diharapkan bisa membasuh kemarau panjang yang melanda Banjarmasin.

Wati misalnya ia langsung mengunggah status whatshapnya dengan video hujan di muka kantornya, ia tentunya sangat senang meski hujan yang terjadi tidak berlangsung lama dengan intensitas sedang.

Dari lantai dua, mereka tampak menikmati turunnya hujan sambil merekam menggunakan gawai.

“Akhirnya hujan juga,” ungkap pegawai salah satu perbankan ini,

Hujan berlangsung sekitar 20 menit sebelum kembali mereda. Meski tidak seluruh wilayah Banjarmasin diguyur hujan, kedatangannya cukup terasa setelah beberapa hari warga menghadapi udara panas dan kepungan asap.

Hujan turun  seperti di kawasan Belitung, Banjarmasin Barat. Namun, di Jalan Banjar Indah, Banjarmasin Selatan, hujan belum turun dan hanya menyisakan langit yang mendung.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, BMKG Kalsel, Rimelda Yuni Hasteti mengatakan, berdasarkan pantauan citra radar cuaca, awan hujan terpantau berada di sejumlah wilayah.

Selain Banjarmasin, awan hujan juga terpantau di Banjarbaru, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, dan Hulu Sungai Selatan.

Menurut Rimelda, hujan yang terjadi tidak lepas dari kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sedang berlangsung di Kalsel. 

Namun, pelaksanaan OMC tetap membutuhkan bibit awan hujan yang tersedia di atmosfer.

“Untuk dapat dilakukannya kegiatan OMC, harus ada bibit awan hujannya terlebih dahulu. Jadi kegiatan OMC adalah untuk memaksimalkan curah hujan yang dapat terjadi,” jelasnya.

Durasi hujan tidak bisa dipastikan secara seragam karena bergantung pada tingkat kejenuhan awan hujan. Secara umum, hujan dapat berlangsung sekitar 15 hingga 60 menit.

Rimelda juga mengingatkan, meski saat musim kemarau pertumbuhan awan Cumulonimbus relatif minim, kondisi atmosfer tetap dapat memunculkan hujan maupun angin kencang secara lokal.

“Angin kencang, tetap berpotensi terjadi karena suhu udara yang terkadang cukup panas dan kering,” pungkasnya.(Naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama