Trending

Kabasarnas dan Wamenhub Pantau Pencarian Virgo 8 Lewat Udara, Proses Penyelaman Berisiko

 

PENCARIAN:Tim SAR Gabungan melakukan pencarian menggunakan pesawat di area pencarian Virgo Transpot yang terbalik di Laut Jawa wilayah Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026)/foto :Basarnas 

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Hingga hari ketiga pencarian, sebanyak 114 korban telah dievakuasi, terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.Sementara itu, 129 orang masih dalam pencarian dan menjadi fokus utama Tim SAR Gabungan dalam operasi hari ketiga di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turun memantau pencarian dari udara bersama Wamenhub Bambang Susantono.

Keduanya menggunakan pesawat PK-SNK Caravan BNPB dengan rute Banjarmasin-lokasi kejadian-Banjarmasin.

Pesawat berangkat dari Banjarmasin pada pukul 09.14 WITA dan dijadwalkan kembali sekitar pukul 14.14 WITA. 

Pemantauan udara tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan area pencarian sekaligus memastikan operasi SAR berjalan optimal.

Dari unsur udara, pesawat Cessna 208 Caravan juga telah melaksanakan kegiatan operasi pencarian dan tiba di Bandara Syamsudin Noor pada pukul 11.40 WITA.

Sementara dari laut, sejumlah unsur SAR terus bergerak menuju area pencarian yang telah ditentukan. 

Operasi hari ketiga diperkuat 1.097 personel, terdiri dari Basarnas dan instansi pendukung, termasuk SAR Laut TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, kapal pendukung, unsur udara, serta potensi SAR.

Kekuatan tersebut didukung lima unit alut udara dan 17 unit alut laut.

Syafii mengatakan seluruh unsur SAR Gabungan terus mengoptimalkan pencarian dengan menyesuaikan perkembangan di lapangan.

“Operasi pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Setiap perkembangan di lapangan terus kami evaluasi untuk memastikan search area dapat ditentukan secara efektif dan peluang ditemukannya korban semakin besar,” ujar Syafii.

Penyisiran dilakukan melalui Search and Rescue Unit (SRU) laut dan udara. Selain pencarian, tim juga tetap melakukan evakuasi terhadap korban yang ditemukan dan memperbarui data korban secara berkelanjutan.

Untuk pencarian bawah air, Basarnas sebelumnya menyiapkan KRI Canopus yang membawa kemampuan pencarian menggunakan teknologi bawah laut.

Peralatan yang disiapkan antara lain underwater drone, multibeam echosounder, dan Remotely Operated Vehicle (ROV).

Tim penyelam dari Kopaska TNI AL, TNI AL, dan Basarnas juga telah disiapkan. Namun, pelaksanaan penyelaman tetap menunggu hasil asesmen kondisi cuaca dan faktor keselamatan operasi.

Posisi kapal Virgo Transport 8 juga menjadi tantangan tersendiri. Pada Senin (14/9/2026) malam, Syafii menyebut titik datum kapal telah bergeser sekitar 1,6 nautical mile dari posisi yang sebelumnya disampaikan.

Kapal ditemukan dalam kondisi terbalik. Di dalamnya masih terdapat sejumlah sekat atau ruang kosong yang memungkinkan kapal bergeser atau melayang.

Kondisi tersebut membuat pencarian di dalam kapal memiliki risiko tinggi. Tim tidak dapat sembarangan membuka sekat karena perubahan tekanan dapat membahayakan penyelam.

“Kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa, tentunya ini akan sangat membahayakan,” kata Syafii.

Basarnas bersama TNI AL dan unsur terkait juga membahas kemungkinan mengubah posisi kapal agar dapat dibalik atau dipindahkan ke perairan yang lebih dangkal.

Lokasi kapal berada di kedalaman sekitar 30 meter. Salah satu opsi yang dibahas adalah membuat posisi kapal lebih stabil sehingga tidak terus bergeser.

Meski pencarian bawah air disiapkan, operasi di permukaan tetap menjadi prioritas. 

Area pencarian akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan operasi, kondisi lingkungan, serta informasi terbaru yang diperoleh Tim SAR Gabungan.(Yln/fsl)

Lebih baru Lebih lama