Trending

Kebun Jeruk dan Cabai Warga Ikut Terbakar Saat Karhutla Menyambar Desa Hiyung Tapin

 

PADAMKAN: Anggota Pusdalops BPBD Tapin saat mencoba memadamkan api yang membakar kebun cabai dan kebun jeruk warga di Desa Hiyung/Foto Pusdalops BPBD Tapin 

BANUATODAY.COM,RANTAU – Kebun jeruk dan cabai milik warga di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, ikut dilalap api. Kebakaran yang terjadi Sabtu (19/09) tersebut menghanguskan sekitar 3 hektare lahan perkebunan.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.57 Wita, tepatnya di Desa Hiyung RT 001/RW 001.

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Tapin, total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 8 hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 5 hektare merupakan semak belukar. Sementara 3 hektare lainnya merupakan lahan perkebunan yang terdiri dari kebun jeruk dan cabai milik warga.

“Untuk kebun yang terbakar, sekitar 3 hektare. Di antaranya kebun milik Nur Hayati sekitar 1 hektare dan milik Pusbandi sekitar 2 hektare,” kata Muhammad Nor, Minggu (20/09).

Kebakaran tersebut tidak hanya mengancam lahan perkebunan warga, tetapi juga meluas ke kawasan semak belukar di sekitarnya.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan dan memastikan titik api tidak kembali membesar.

Pemadaman melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tapin bersama unsur TNI-Polri, BPK Margasari, TRT Al Muttaqin, BPK Darul Musthafa, BUBAR, Mandala serta masyarakat setempat.

Petugas berjibaku memadamkan api menggunakan mesin pemadam portable. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman, mengingat kondisi lahan yang sebagian berupa semak belukar cukup mudah terbakar.

“Untuk titik api sudah berangsur padam,” ujar Muhammad Nor.

Meski api berangsur padam, petugas tetap melakukan pemantauan di lokasi. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama pada lahan yang terbakar berupa semak belukar.

BPBD Tapin juga terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terlebih pada kondisi cuaca kering seperti saat ini.

Kebakaran lahan di Hiyung ini menjadi perhatian karena selain menghanguskan semak belukar, api juga berdampak langsung terhadap lahan perkebunan warga yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.(Frz/fsl)

Lebih baru Lebih lama