BANUATODAY.COM,BANJARBARU-Ratusan pelayat mengiringi kepergian mantan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin ke tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Bahagia Banjarbaru,Minggu (06/09).
Perwakilan keluarga, Muhammad Arsyadi, menyampaikan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu sejak almarhum menjalani perawatan hingga proses pemulasaraan jenazah.
"Kami atas nama keluarga besar menyampaikan ribuan terima kasih atas segala perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalsel , pak Gubernur, Pak Wagub, dan seluruh jajaran serta para alim ulama dan masyarakat yang telah membantu sejak beliau sakit," ujar Muhammad Arsyadi.
Rangkaian prosesi penghormatan terakhir berlangsung khidmat di beberapa titik. Usai diselenggarakan dan disalatkan di Masjid Al-Jihad Banjarmasin, jenazah sempat disemayamkan di rumah duka.
Selanjutnya, almarhum kembali disalatkan di Masjid Agung Al-Karomah, Martapura, sebelum akhirnya diantarkan ke peristirahatan terakhir.
Ratusan pelayat, pejabat daerah, hingga tokoh masyarakat tampak memadati lokasi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum yang dikenal memiliki kontribusi besar bagi pembangunan Kalimantan Selatan.
Salah satu tokoh yang hadir di lokasi adalah Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman. Berdiri bersama jajaran pejabat dan tokoh masyarakat, Hasnuryadi ikut mengantarkan almarhum hingga ke liang lahad.
Dalam sambutannya usai prosesi pemakaman, Hasnuryadi mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang sangat konsisten menjaga silaturahmi serta merawat persatuan di tengah masyarakat Kalsel.
"Di mana pun kami berada, masyarakat selalu menyebut kebaikan-kebaikan beliau, jasa-jasa baik beliau," ujar Hasnuryadi di lokasi pemakaman
Hasnuryadi mengungkapkan, selama mengenal sosok Rudy Ariffin, almarhum dikenal sangat merakyat dan selalu berusaha menyempatkan diri memenuhi berbagai undangan dari warga maupun komunitas, termasuk kegiatan keagamaan
"Beliau sangat menjaga silaturahmi. Setiap ada undangan apa pun itu, beliau selalu berusaha hadir. Bahkan di majelis-majelis ilmu, beliau selalu berusaha hadir dalam keadaan apa pun," kenangnya.
Komitmen tersebut, menurut Hasnuryadi, menjadi bukti nyata peran penting almarhum dalam mempererat tali ukhuwah serta menjaga kondusivitas di Banua
"Rasanya tidak terlalu berlebihan kalau menyebut beliau adalah tokoh pemersatu Banua Kalimantan Selatan," tambahnya.
Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda Kalsel, untuk menjadikan keteladanan, komitmen persatuan, dan rekam jejak kebaikan yang ditinggalkan almarhum Rudy Ariffin sebagai pedoman dalam membangun daerah ke depan.(yan/fsl)

