SEPI: Aktivitas di sekolah SD dan SMP sepi, karena siswa menjalani Pembelajaran Jarak Jauh/foto:rizaBANUATODAY.COM,KANDANGAN- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga Selasa (01/09).
Sebelumnya, PJJ hanya diterapkan selama satu hari pada Senin (31/8/2026). Kebijakan tersebut diperpanjang karena kualitas udara di HSS masih dalam kondisi tidak sehat akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pantauan kualitas udara pada Selasa (1/9/2026) pukul 08.00 WITA pagi, kondisi udara berada pada kategori Tidak Sehat dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 156. Angka tersebut memang membaik dibandingkan sehari sebelumnya yang sempat mencapai kategori Berbahaya dengan ISPU hingga 380.
Kepala Disdikbud HSS, Ronaldy Prana Putra membenarkan perpanjangan PJJ tersebut.
"Betul, PJJ kita perpanjang sampai Selasa 1 September," ujarnya.
Ronaldy berharap kondisi udara terus membaik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan secara normal.
"Semoga kualitas udara terus membaik, sehingga pada hari Rabu besok pembelajaran bisa normal kembali," harapnya.
Kebijakan PJJ ini mendapat dukungan dari siswa. Ulfiya Safira, siswi kelas XI G SMAN 1 Kandangan, mengaku memahami keputusan sekolah mengalihkan pembelajaran ke rumah karena kondisi kabut asap yang semakin pekat.
“Kalau dari Ulun sebagai siswi SMAN 1 Kandangan, pastinya mendukung dan memaklumi keputusan sekolah menerapkan PJJ ini. Soalnya kondisi kabut asap akibat karhutla makin pekat dan mengganggu pernapasan. Jadi memang paling bagus belajar di rumah dulu demi kesehatan bersama,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan orang tua siswa TK Pulatis Sigar, Zulkhairatun Ni’mah. Ia mendukung kebijakan pembelajaran dari rumah karena dinilai lebih aman bagi kesehatan anaknya, Adzkiya Dinara Puteri, di tengah kondisi kabut asap.
“Sekolah diliburkan karena kabut asap. Saya mendukung kebijakan ini karena yang paling penting kesehatan anak. Pihak guru memberikan tugas menulis saja kepada anak-anak seperti yang biasa dilakukan di sekolah,” ujarnya.(Frz/rdh)
