Trending

Media Gathering Bank Kalsel 2026 Bahas Tantangan AI dan Pentingnya Kepercayaan Publik

MEDIA: Media Gathering Bank Kalsel 2026 hadirkan tema tantangan AI dan kepercayaan publik/Foto Istimewa


BANUATODAY.COM, SURABAYA – Bank Kalsel menggelar Media Gathering 2026 bersama puluhan jurnalis dari berbagai media di Banjarmasin. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Platinum, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026) pagi, menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai perkembangan dunia perbankan dan tantangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam industri media.

Kegiatan tersebut dibuka Direktur Operasional Bank Kalsel, Iwan. Dalam kesempatan itu, Iwan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel Firmansyah dan Kepala Divisi Konsumer Bank Kalsel Agus Setiawan.

Media Gathering diikuti insan pers dari berbagai platform, mulai dari media cetak, siber, televisi hingga media online. Sejumlah isu terkait perkembangan teknologi, perbankan, serta hubungan kemitraan antara Bank Kalsel dan media turut menjadi pembahasan.

Dalam sambutannya, Iwan menegaskan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, media memiliki posisi penting dalam membangun edukasi sekaligus menjaga kepercayaan publik. Hal tersebut dinilai relevan dengan karakteristik industri perbankan yang sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat.

“Karena bisnis kami menjadikan bahwa perbankan merupakan bisnis kepercayaan sehingga pembelajaran publik perlu dibangun. Dengan menjaga hubungan yang kuat mitra bersama mitra media, maka hal ini menjadi strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Iwan.

Ia mengatakan, hubungan yang baik antara Bank Kalsel dan insan pers juga dibutuhkan untuk memastikan informasi mengenai berbagai program dan layanan perbankan dapat diterima masyarakat secara tepat.

Terlebih, Bank Kalsel kini memiliki status sebagai bank devisa sejak 22 Juni 2026. Penambahan layanan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas kemampuan Bank Kalsel dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kalimantan Selatan.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalsel memiliki peran dalam mendukung berbagai aktivitas ekonomi di Banua yang memiliki potensi sumber daya alam, seperti batu bara dan kelapa sawit.

Dengan adanya layanan devisa, Bank Kalsel diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan transaksi perdagangan, termasuk aktivitas ekspor, sehingga potensi ekonomi daerah dapat ditopang melalui layanan perbankan yang semakin optimal.

Selain membahas perkembangan Bank Kalsel, Media Gathering 2026 turut mengangkat tantangan penggunaan kecerdasan buatan dalam dunia jurnalistik.

Iwan menilai perkembangan AI memberikan banyak kemudahan dalam pekerjaan, termasuk dalam proses produksi dan penyebaran informasi. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru karena masyarakat kini berhadapan dengan arus informasi yang semakin deras.

Menurutnya, informasi yang dihasilkan melalui teknologi tetap membutuhkan proses pemilahan, verifikasi, dan konfirmasi agar tidak mengurangi kualitas serta akurasi informasi yang diterima masyarakat.

Bagi media profesional yang berbadan hukum dan memiliki wartawan berkompetensi, kata Iwan, kode etik jurnalistik harus tetap menjadi pedoman utama dalam mengolah informasi.

“Hal ini penting dan perlu terus kita jaga yaitu akurasi, kreativitas, dan ketika dinamik,” ingat Iwan.

Ia menegaskan, kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan fondasi utama dalam hubungan media dengan masyarakat, yakni kepercayaan.

“Teknologi boleh berubah semakin maju, tetapi kepercayaan tetap menjadi fondasi. AI harus memperkuat kualitas informasi, bukan mengurangi akurasi dan tanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Iwan, penggunaan AI dalam dunia media seharusnya ditempatkan sebagai alat yang mendukung pekerjaan, bukan menggantikan tanggung jawab jurnalistik dalam memastikan kebenaran sebuah informasi.

Melalui kegiatan tersebut, Bank Kalsel juga berharap hubungan silaturahmi dan kemitraan dengan awak media semakin kuat.

Iwan mengatakan komunikasi dan kolaborasi antara Bank Kalsel dengan insan pers dapat membantu menyampaikan berbagai kegiatan, transformasi, dan inovasi perusahaan kepada masyarakat.

“Dengan komunikasi dan kolaborasi antara Bank Kalsel dengan insan pers nantinya dapat membantu menyampaikan setiap kegiatan Aksel hingga ada kontribusi dan transformasi serta inovasi,” tambah Iwan.

Ia juga menilai komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang saling memberikan manfaat. Termasuk kritik konstruktif dari media yang dapat menjadi masukan bagi perusahaan.

“Dengan berbagi wawasan, maka komunikasi yang terbuka, kuat personal, dan saling berdaya. Kritik yang konstruktif merupakan bagian penting bagi kami disertai bukti yang benar,” katanya.

Iwan berharap Media Gathering 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan antara Bank Kalsel dan awak media, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dalam memberikan informasi dan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Wakil Pimpinan Umum SKH Barito Post, Gina Mariati, turut berbagi pandangan mengenai penggunaan AI dalam produksi berita. Diskusi tersebut menghadirkan Mitra Tarigan dari redaksi Tempo.com dan membahas sejauh mana teknologi AI dapat digunakan dalam proses jurnalistik, termasuk batasan penggunaan sumber atau basis data.

Kegiatan Media Gathering Bank Kalsel 2026 kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada dua Influencer Internal terbaik, yakni Muhammad Akhsan dan Muhammad Rizky Affandi.

Selain itu, penghargaan Pengelola CSR Terbaik Bank Kalsel juga diberikan kepada Kantor Cabang Tanjung. Penghargaan tersebut diterima oleh Pgs. Kepala Bank Kalsel KC Tanjung, Rabbiyanur Fahmi. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama