Trending

Memiliki Anak Perlu Rencana Untuk Pasangan Muda

 

MENIKAH: Duta Genre sekaligus siswi kelas XII SMAN 1 Alalak, Destiana Andini Putri (tengah) mengingatkan generasi muda agar merencanakan kehidupan keluarga sebelum memutuskan memiliki anak.(Foto: istimewa

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Menikah bukan sekadar soal menyatukan dua hati. Bagi generasi muda, keputusan membangun rumah tangga juga perlu dibarengi kesiapan menjadi orang tua.

Hal itu disampaikan Destiana Andini Putri, Duta Genre sekaligus siswi kelas XII SMAN 1 Alalak. Menurutnya, keluarga perlu direncanakan sebelum pasangan memutuskan memiliki anak.

“Menurut saya, kita perlu mempersiapkan hal-hal yang menjadi progres dalam kehidupan sebelum menikah. Jadi, pembangunan kehidupan kita bisa lebih terstruktur, baik dari segi kesehatan, gizi maupun mental,” ujarnya.

Putri menilai kesiapan tersebut penting karena kehadiran anak membawa tanggung jawab besar. Orang tua bukan hanya dituntut memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga harus mampu memberikan perhatian dan dukungan emosional.

Karena itu, kesiapan mental menjadi salah satu hal utama yang harus dipikirkan calon orang tua. Termasuk pengetahuan mengenai pola asuh atau parenting.

“Orang tua perlu punya ilmu parenting. Jangan sampai anak merasa tertekan atau merasa tidak didengarkan. Dengan begitu, mental anak juga bisa lebih aman,” katanya.

Selain mental, kondisi ekonomi juga tidak kalah penting. Menurut Putri, kebutuhan anak cukup banyak, mulai dari kesehatan, gizi hingga pendidikan.

“Ekonomi sangat memberikan pengaruh besar bagi anak. Kita tahu kebutuhan anak itu banyak, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Ia juga berpandangan, pasangan yang sudah menikah tidak harus langsung memiliki anak. Keputusan tersebut sebaiknya dibicarakan dan disepakati bersama dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing.

“Dalam pernikahan pasti ada keputusan bersama. Kalau misalnya ingin menunda dulu untuk mendapatkan anak, itu bisa dilakukan. Karena untuk memiliki anak pasti ada pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan terlebih dahulu,” tuturnya.

Putri mengaku mengetahui secara umum mengenai keluarga berencana (KB) dan kontrasepsi. Menurutnya, KB dapat membantu pasangan mengatur kehamilan sesuai dengan kondisi dan perencanaan keluarga.

“Kalau ingin menunda kehamilan, ada beberapa metode yang bisa digunakan, misalnya kontrasepsi,” katanya.

Bagi pasangan yang sudah memiliki anak tetapi belum ingin menambah anak lagi, lanjutnya, tersedia berbagai pilihan kontrasepsi bagi laki-laki maupun perempuan. Pilihannya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasangan.

Kepada teman-teman seusianya, Putri berpesan agar tidak terburu-buru mengambil keputusan menikah hanya karena mengikuti lingkungan atau teman sebaya.

“Kalau teman-teman masih berusia 18 atau 19 tahun, lebih baik fokus dulu pada pembekalan. Persiapkan mental, pendidikan dan bagaimana kondisi ekonomi nanti ketika menikah dan punya anak,” pesannya.

Menurutnya, perencanaan keluarga sejak dini dapat membantu pasangan lebih siap menjalani kehidupan rumah tangga. Terutama dalam memenuhi kebutuhan anak dan memberikan pola asuh yang baik.

“Dengan persiapan yang matang, diharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya stunting atau anak tidak mendapatkan pemenuhan kebutuhan emosional dari orang tuanya,” pungkas Putri.(Yln/rdh)

Lebih baru Lebih lama