DOA:Warga Tamban Gelar Salat Istisqa, Berdoa Minta Hujan dan Dijauhkan dari bahaya kekeringan/foto:kecamatantambanBANUATODAY.COM,MARABAHAN – Kekeringan mulai dirasakan masyarakat Kecamatan Tamban. Di tengah kondisi tersebut, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga semakin meningkat.
Menyikapi kondisi itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tamban bersama unsur pemerintah kecamatan mengajak masyarakat melaksanakan Salat Istisqa, Selasa (1/9/2026).
Salat meminta hujan tersebut digelar di halaman Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala (Batola), mulai pukul 07.30 WITA. Kegiatan diikuti berbagai elemen masyarakat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tamban.
Camat Tamban Hidayatullah mengatakan, Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi.
Menurutnya, cuaca kering bukan hanya berdampak terhadap aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
"Kita sama-sama berikhtiar dan berdoa agar segera diberikan hujan. Mudah-mudahan dengan doa bersama ini, Allah SWT memberikan rahmat dan menurunkan hujan serta menjauhkan masyarakat dari musibah,” ujarnya.
Hidayatullah menambahkan, dampak musim kemarau panjang juga dirasakan para petani di sejumlah desa di Kecamatan Tamban. Bahkan, hampir 80 persen pertanian mengalami kegagalan akibat kondisi tersebut.
" Sekitar 20 persen saja hasil pertanian yang bisa dikatakan baik. Faktornya musim kemarau dan tanaman padi juga rusak akibat serangan hama. Itu yang menyebabkan banyak terjadi kegagalan panen," jelasnya.
Meski demikian, Hidayatullah bersyukur hingga saat ini karhutla di wilayah Tamban masih dapat dicegah.
"Alhamdulillah karhutla tidak ada, karena semua pihak sama-sama berkomitmen dan menjaga. Yang kami rasakan di Tamban justru dampak asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Kalsel dan Kalteng," tambahnya.
Senada, Danramil 1005-10/Tamban Kapten Cke (K) Hannah mengatakan, Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi kekeringan berkepanjangan.
"Salat Istisqa adalah bentuk ikhtiar kita sebagai umat Islam dengan memanjatkan doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan," ungkapnya.
Selain berdoa, Hannah juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, mengingat kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar.
Sementara itu, Kapolsek Tamban Ipda Rifai Sutanto menyampaikan, kondisi karhutla di wilayah Kecamatan Tamban hingga kini masih aman.
"Untuk wilayah Kecamatan Tamban saat ini masih aman dari kebakaran hutan dan lahan. Namun kita tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering,"katanya.
Ia menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak memperkuat ikhtiar spiritual, tetapi juga meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan bersama menghadapi kekeringan dan potensi karhutla.
" Semoga dengan ikhtiar dan doa bersama ini, hujan segera diturunkan dan masyarakat terhindar dari musibah kebakaran, kekeringan serta bala lainnya,"doanya.(Arf/fsl)
